Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis anak dan keluarga Anna Surti Ariani mengatakan menjaga tubuh tetap aktif dan terkena sinar matahari bisa menjadi pertolongan pertama untuk mencegah ide bunuh diri sebelum mendapat penanganan profesional.
"Menjaga diri tetap aktif, misalnya mencoba jalan pagi kena matahari, atau coba untuk main di luar atau sibuk-sibuk beresin rumah, atau apapun itu, dengan tubuh yang agak aktif cenderung memperlancar peredaran darah," kata psikolog yang akrab disapa Nina itu, Selasa (10/9).
Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) itu menambahkan bergerak akan membuat tubuh lebih sehat dan cenderung terhindar dari risiko
ingin bunuh diri. Terlebih jika aktif dan terkena sinar matahari juga akan mendapat asupan vitamin D yang membantu membuat kondisi tubuh jadi lebih nyaman.
Baca juga : 2 Negara dengan Tingkat Bunuh Diri Terendah di Dunia
Selain menyibukkan diri dengan aktivitas, Nina juga mengatakan makan makanan sehat bisa juga membantu tubuh lebih mendapatkan energi positif sehingga mengurangi risiko atau niatan melakukan bunuh diri.
"Kalau kita kebanyakan makan junk food sebetulnya itu menambah beban ke tubuh kita, sementara ketika kita makan makanan sehat terutama real food, itu kayak menambah bensin positif supaya kita bisa lebih sehat," ujar psikolog di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) ini.
Nina mengatakan, seseorang yang sedang tertimpa masalah juga sebaiknya bercerita pada orang lain tentang tekanan yang dialami.
Baca juga : 5 Cara Mencegah Bunuh Diri dalam Islam, Berikut Dalilnya
Ia mengatakan terkadang dengan masalah yang dihadapi seseorang tidak tahu cara menghadapinya namun dengan bercerita ia bisa menata kembali dirinya dan mendapatkan perspektif baru dari masalahnya.
Dengan bercerita, Nina mengatakan beban dari perasaan tertekan atau stress bisa lebih berkurang meskipun lawan bicara mungkin belum bisa memberikan solusi dari masalahnya.
Nina juga mengatakan, bercerita juga bisa memberikan pemahaman baru apa yang mestinya tidak lagi dipikirkan dan melihat sisi baik dan buruk dari suatu masalah.
Baca juga : Guru Les Bahasa Mandarin di Kendal Bunuh Diri dengan Senapan Angin
"Sebenarnya juga penting dilakukan untuk memikirkan hal positif tentang diri sendiri, jadi kadang-kadang kita berpikir diri kita buruk,
kurang ini itu, coba pikirkan satu hal yang bisa disyukuri atau hal positif tentang diri itu sering kali cukup membantu," ungkap
Nina.
Nina mengatakan kondisi seseorang dengan pikiran ingin bunuh diri harus dianggap serius dan harus ditindaklanjuti. Ia mengatakan jangan sungkan untuk mendapatkan penanganan profesional dari psikolog klinis, psikiater atau konselor jika hal yang sudah dilakukan tersebut tidak juga membantu. (Z-1)
Disclaimer: Untuk keluar dari setiap persoalan, bunuh diri bukan pilihannya. Masih banyak langkah lain yang bisa dilakukan tanpa merugikan diri kita sendiri maupun orang lain. Persoalan jangan pernah dipendam sendiri, anda tidak hidup sendiri di dunia ini. Konsultasi dengan orang disekitar. Bunuh diri bukan solusi tapi hanya menjadi 'polusi'.
Sebanyak 4,6% senior dengan riwayat penyakit kronis berisiko mengalami inkontinensia urine.
Studi terbaru mengungkap mikroplastik melepaskan ribuan bahan kimia berbahaya ke air akibat paparan sinar matahari. Simak risiko bagi ekosistem dan air minum.
Sinar matahari merupakan sumber energi alami utama bagi kehidupan di bumi dan sangat penting bagi kesehatan manusia bila dinikmati dengan porsi tepat.
Sseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular (CVD) dan kematian nonkanker/non-CVD.
Cancer Council merekomendasikan agar perlindungan kulit bayi dan anak-anak lebih difokuskan pada penghalang fisik seperti kain pembungkus, pakaian, topi, serta penggunaan area teduh.
Keuntungan dari sinar matahari di pagi hari bukan hanya untuk bayi, tetapi juga untuk anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia.
Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang menyengat. Kondisi ini tak jarang membuat sebagian orang lebih rentan terserang migrain atau sakit kepala sebelah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved