Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH masih melakukan pengkajian terkait kebutuhan anggaran operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Ibu Kota Negara (IKN). Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
"Untuk anggaran nanti masih akan kita kaji dulu. Akan kita diskusikan dan terus nanti koordinasi antara kepala BNPB dengan kepala BMKG," kata Muhadjir di kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (2/9).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan, biaya OMC dapat dihitung dari beberapa komponen. Di antaranya karakteristik cuaca, arus angin, dan berapa volume hujan yang kira-kira akan turun.
Baca juga : BNPB: Modifikasi Cuaca 98% Efektif Kurangi Curah Hujan di IKN
Dan itu nanti implikasinya ke biaya. "Kemudian informasi awal itu arah hujan itu berasal dari, arah angin itu dari Tenggara.Kalau dari arah Tenggara itu berarti nanti pencegatannya itu dilakukan di atas laut. Sehingga kemungkinan terjadi itu akan bisa lebih memaksimalkan hasil dari operasi. TNI, kalau TNI kan tidak bayar ya," beber Suharyanto.
Saat ini, kata dia, pemerintah pun telah melakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk pelaksanaan OMC.
"Jadi jumlahnya memang bervariasi. Kalau titiknya dekat dari bandara, untuk modifikasi cuacanya lebih murah. Tapi kalau sampai jauh, misalnya dari titiknya di Halim, tapi modifikasi cuacanya harus dilakukan di Cirebon, begitu kan lebih jauh dihitung dari jamnya itu," ucapnya.
"Tapi setiap uang negara yang dikeluarkan, kita pasti dicek sampai detail. Baik dari inspektorat di internal maupun dari BPKP," pungkas dia. (Z-8)
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
TNI Angkatan Udara BNPB terus mengintensifkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla Riau.
Strategi ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI untuk meminimalisasi risiko banjir dan titik genangan yang sering mengganggu mobilitas warga saat puncak musim hujan.
Langkah proaktif ini bertujuan untuk memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah padat penduduk, guna meminimalisasi potensi genangan maupun banjir
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved