Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang mengakibatkan jalan lintas keliling Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara tertutup.Tertutupnya akses jalan membuat distribusi logistik terkendala. Seperti diberitakan, Kota Ternate dilanda bandang sejak Minggu (25/8).
"Ada 10 unit eskavator dari Dinas PUPR yang bekerja untuk membuka kembali akses jalan sehingga distribusi logistik akan lebih lancar," Kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers Bencana Banjir Bandang Rua di Kota Ternate, Maluku Utara, Senin (26/8).
Selain itu, untuk mendukung operasi pencarian korban hilang dalam tiga hingga tujuh hari ke depan, terang Abdul, pengangkutan material tidak menggunakan alat berat.
Baca juga : 13 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Kota Ternate
"Karena dikhawatirkan ada korban tertimbun yang masih hidup, kita akan menggunakan pompa air bertekanan tinggi untuk memisahkan atau membersihkan lumpur-lumpur yang diindikasikan ada korban tertimbun di dalamnya," ucapnya
Untuk itu, sambung Abdul, BNPB membawa dukungan pompa alkon dan selang input dan output ke Ternate dan Maluku Utara sebanyak masing-masing tiga unit. Ia berharap, masa tanggap darurat yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan dapat berjalan efektif dan efisien.
Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang kehilangananggota keluarganya untuk melapor melalui Posko Utama di SMK Negeri 4 Kota Ternate dan melaporkan melalui contact center Pusdalops BNPB di 117. "Kita harapkan untuk korban yang masih hilang bisa ditemukan dalam kondisi selamat," pungkas Abdul. (H-3)
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Ratusan unit huntara tersebut tersebar di Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Kecamatan Seunuddon 135 unit.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved