Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA menekan emisi untuk mencapai net zero emission (NZE) telah menjadi komitmen Indonesia. Indonesia menargetkan penurunan emisi 358 juta ton CO2 di sektor energi.
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa dari total target tersebut, energi baru terbarukan (EBT) memiliki kontribusi terbesar. Lantas, transisi energi harus dilakukan bertahap mulai dari gas dan kekurangannya diisi oleh EBT.
"EBT 181 juta ton sekitar hampir 40%. Nah kita upayakan pembangkit EBT di dalam rencana umum ketenagalistrikan nasional di dalam RUPPL. Lalu ada pemakaian bahan bakar nabati, ada pemakaian biomassa di TPU. Itu adalah aktivitas-aktivitas untuk menurunkan 181 juta ton di bagian EBT," ujarnya dalam Simposium Partai NasDem 'Energy Insecurity dan Strategi Penanggulangannya' yang digelar di Ballroom NasDem Tower, Selasa (20/8).
Baca juga : Uni Eropa Naikkan Konsumsi Energi Terbarukan Dua Kali Lipat, Termasuk Nuklir
Selain itu, juga efisiensi penggunaan alat rumah tangga seperti kompor listrik, rice cooker, kulkas, AC hingga televisi dan lainnya. Untuk peralatan rumah tangga sendiri bisa menekan 83 juta ton CO2. "Peningkatan efisiensi peralatan rumah tangga termasuk porsi yang paling besar 83 juta ton," imbuhnya.
Kemudian pembangkit energi bersih. Menurutnya, batu bara masih dipakai di PLTU yang ada di Indonesia. Kebutuhan batu bara sebagai sumber energi listrik masih tinggi, sehingga diharapkan ada carbon capture.
Begitu juga dengan bahan bakar rendah karbon yang sedang digaungkan untuk pemakaian di sektor transportasi. Pemakaian bahan bakar nabati perlu terus dikembangkan untuk menurunkan emisi karbon.
Baca juga : BRIN: Pemanfaatan Biomassa Tingkatkan Nilai Tambah Produk
"Jadi kita sedang membahas B40, Insya Allah akan dimandatorikan per 1 Januari 2025. Kedepannya mungkin secepatnya akan melaju ke B50 dan seterusnya. Lalu bioetanol juga kita mengupayakan di sektor transportasi dan terakhir adalah reklamasi tambang," kata dia.
Lebih lanjut, Eniya mengatakan target capaian bauran energi nasional memang masih di angka 23% untuk tahun 2025. Sementara saat ini baru mencapai 13,3%. Namun, target itu tidak diturunkan, hanya mungkin pencapaiannya nanti di tahun 2029.
"Saya berharap di 2030 itu turning point kita untuk mendapatkan EBT yang lebih murah . Jadi the next 5 tahun ini akan menjadi challenge buat kita untuk masuk ke sektor supply chain global. Karena banyak sekali industri EBT yang mulai disupport oleh industri lokalnya, misalnya bikin turbin, wind energy," tandasnya. (Z-9)
PERISTIWA kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Madiun, Jawa Timur, membuat sejumlah anak muda generasi Z galau.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Yulisman menilai pengembangan energi biomassa perlu dipercepat.
SEBUAH mobil berwarna merah marun terparkir di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) milik PLN di Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah.
Pengembangan HTI untuk kayu energi diharapkan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, seperti melalui penciptaan lapangan kerja baru.
Indonesia kini resmi memiliki wadah kolaboratif dan strategis untuk pengembangan teknologi dan pemanfaatan biochar melalui dibentuknya Asosiasi Biochar Indonesia Internasional.
Agar mengetahui berbagai sumber energi alternatif tersebut, bacalah uraian berikut dengan saksama.
SEJUMLAH pakar menilai langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba selama delapan bulan terhadap bahan bakar alternatif Bobibos sudah tepat.
Pembuatan briket dari ampas kopi di salah satu UMKM di Desa Lamkeunung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.
Dapur warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), mulai beralih dari gas elpiji ke energi alternatif.
MENTERI Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan Pemprov Jabar segera mempercepat operasional Tempat Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut-Nambo, Bogor
Energi Alternatif Murah dan Tidak Polutif. Temukan energi alternatif murah & ramah lingkungan! Solusi inovatif kurangi polusi, hemat biaya, masa depan bumi lebih baik.
Agar mengetahui berbagai sumber energi alternatif tersebut, bacalah uraian berikut dengan saksama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved