Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH dosen dan mahasiswa dari Program Studi Komestik, Perawatan Kecantikan, dan Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta ( UNJ) dukung pengembangan produksi minyak esensial lemongrass yang di produksi dari tanaman serai.
Melalui keterangan yang diterima, Prof Neneng Siti Silfi Ambarwati Ketua Tim peneliti menyebutkan serai merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang berguna untuk terapi ataupun obat-obatan.
Dikatakan karena khasiat dan banyaknya lemongrass yang tumbuh di Indonesia menjadikan dosen Program Studi Kosmetik dan Perawatan Kecantikan UNJ yang terdiri dari Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, Mari Okatini Armandari dan dosen Program Studi Pendidikan Tata Rias Nurul Hidayah serta mahasiswa membentuk tim untuk melakukan penelitian mengenai minyak atsiri lemongrass.
Baca juga : Maudy Ayunda Jalani Kerjasama Riset Ekstrak Dengan Lembaga Universitas
Tanaman serai memiliki nama latin Cymbopogon citratus dan sebagai tanaman yang masuk golongan rumput-rumputan. Tumbuhan ini memiliki beragam nama di Indonesia khususnya seperti sereh Sunda), Bubu (halmahera), serai dapur (Indonesia). Tumbuhan ini memiliki tekstur kasar pada permukaan daun dengan aroma yang kuat.
Menurut Nurul Hidayah bahwa aroma (bau) yang khas ini dikenal dengan istilah lemongrass, ia menambahkan daun serai dapat diekstrak menjadi minyak atsiri.
“Minyak atsiri adalah minyak yang dihasilkan oleh tanaman, minyak tersebut mudah memiliki ciri yang khas yakni berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya,” ungkapnya.
Baca juga : L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2023 Tetapkan Empat Pemenang
Dikatakan tren produk kecantikan yang berkaitan dengan perawatan kulit berbahan alami dapat menjadi terobosan di era menjamurnya produk berbahan kimia. Menurut Nurul bahwa pengembangan produk alamiah akan berdampak baik bagi penggunanya ke depan.
“Penggunaan bahan-bahan alami dalam kosmetik sedang meningkat karena adanya kesadaran akan dampak negatif bahan sintetis terhadap kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.
Nurul menambahkan bahwa peningkatan kesadaran itu juga didasarkan pengaruh dampak pandemi covid-19 dimana semua orang mulai melirik bahan alami sebagai produk konsumsi sehari-hari, termasuk produk kencatikan.
Pengembangan produksi minyak esensial lemongrass sepenuhnya didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UNJ). Menurut Mari Okatini yang juga tim peneliti menambahkan bahwa pihaknya akan turut mengembangkan lemograss sebagai bahan pengembangan kosmetika lainnya berupa facial wash, body wash, deodorant maupun lipbalm.(H-2)
Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Pemanfaatan tanaman dalam bidang kosmetik harus melestarikan kearifan lokal dan membuka jalan bagi produk hilir bernilai ekonomi tinggi
SICS merupakan transformasi dari Himpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia (HIKI), yang didirikan pada 14 Desember 1986 dan diaktifkan kembali pada 29 April 2025.
Sejumlah korban telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk membuat laporan telah ditipu seorang pemilik usaha bulu mata
Peserta INA-LAC Business Misson 2025 melakukan kunjungan (company visit) ke sejumlah calon mitra bisnis di Sao Paulo, Brasil.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved