Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH dosen dan mahasiswa dari Program Studi Komestik, Perawatan Kecantikan, dan Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta ( UNJ) dukung pengembangan produksi minyak esensial lemongrass yang di produksi dari tanaman serai.
Melalui keterangan yang diterima, Prof Neneng Siti Silfi Ambarwati Ketua Tim peneliti menyebutkan serai merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia yang berguna untuk terapi ataupun obat-obatan.
Dikatakan karena khasiat dan banyaknya lemongrass yang tumbuh di Indonesia menjadikan dosen Program Studi Kosmetik dan Perawatan Kecantikan UNJ yang terdiri dari Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, Mari Okatini Armandari dan dosen Program Studi Pendidikan Tata Rias Nurul Hidayah serta mahasiswa membentuk tim untuk melakukan penelitian mengenai minyak atsiri lemongrass.
Baca juga : Maudy Ayunda Jalani Kerjasama Riset Ekstrak Dengan Lembaga Universitas
Tanaman serai memiliki nama latin Cymbopogon citratus dan sebagai tanaman yang masuk golongan rumput-rumputan. Tumbuhan ini memiliki beragam nama di Indonesia khususnya seperti sereh Sunda), Bubu (halmahera), serai dapur (Indonesia). Tumbuhan ini memiliki tekstur kasar pada permukaan daun dengan aroma yang kuat.
Menurut Nurul Hidayah bahwa aroma (bau) yang khas ini dikenal dengan istilah lemongrass, ia menambahkan daun serai dapat diekstrak menjadi minyak atsiri.
“Minyak atsiri adalah minyak yang dihasilkan oleh tanaman, minyak tersebut mudah memiliki ciri yang khas yakni berbau wangi sesuai dengan bau tanaman penghasilnya,” ungkapnya.
Baca juga : L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2023 Tetapkan Empat Pemenang
Dikatakan tren produk kecantikan yang berkaitan dengan perawatan kulit berbahan alami dapat menjadi terobosan di era menjamurnya produk berbahan kimia. Menurut Nurul bahwa pengembangan produk alamiah akan berdampak baik bagi penggunanya ke depan.
“Penggunaan bahan-bahan alami dalam kosmetik sedang meningkat karena adanya kesadaran akan dampak negatif bahan sintetis terhadap kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.
Nurul menambahkan bahwa peningkatan kesadaran itu juga didasarkan pengaruh dampak pandemi covid-19 dimana semua orang mulai melirik bahan alami sebagai produk konsumsi sehari-hari, termasuk produk kencatikan.
Pengembangan produksi minyak esensial lemongrass sepenuhnya didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM-UNJ). Menurut Mari Okatini yang juga tim peneliti menambahkan bahwa pihaknya akan turut mengembangkan lemograss sebagai bahan pengembangan kosmetika lainnya berupa facial wash, body wash, deodorant maupun lipbalm.(H-2)
Kini tanaman hias tidak lagi sekadar menjadi pajangan, tanaman ini telah berkembang menjadi komoditas biofarmaka (tanaman obat) yang kaya manfaat bagi kesehatan dan industri kosmetik.
Melati putih memiliki kadar minyak atsiri yang relatif tinggi, waktu berbunga cepat, serta aroma khas yang membuat permintaannya meningkat, baik di dalam maupun luar negeri.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Pemanfaatan tanaman dalam bidang kosmetik harus melestarikan kearifan lokal dan membuka jalan bagi produk hilir bernilai ekonomi tinggi
SICS merupakan transformasi dari Himpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia (HIKI), yang didirikan pada 14 Desember 1986 dan diaktifkan kembali pada 29 April 2025.
Sejumlah korban telah mendatangi Polres Metro Bekasi Kota untuk membuat laporan telah ditipu seorang pemilik usaha bulu mata
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved