Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta sejumlah wilayah untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Juli, Agustus, hingga September 2024 mendatang. Wilayah tersebut ialah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Selain itu enam wilayah prioritas karhutla yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Meskipun BMKG menyampaikan dampak La Nina mulai Agustus, tentu saja frekuensi kejadian karhutla ini harus kita antisipasi terlebih dahulu sambil kita bersiap untuk periode hujan berikutnya,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Senin (29/7).
Berdasarkan data BNPB, dalam sepekan ke belakang, yakni tanggal 22 Juli hingga 28 Juli 2024, karhutla mendominasi kejadian bencana di Indonesia. Dari 34 kejadian bencana, ada sebanyak 29 kejadian karhutla. Hal itu disebabkan karena musim kemarau yang telah dialami sebagian besar wilayah Indonesia. Di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saja, ia menyebut hari tanpa hujan sudah mencapai 40 sampai 50 hari.
Baca juga : Ogan Komering Ilir Makin Membara, Modifikasi Cuaca Diintensifkan
“Sedangkan di Sumatra, biasanya meskipun hari tanpa hujannya tidak terlalu panjang karena kita masih ada beberapa kali kejadian hujan dengan intensitas cukup tinggi dan banjir, tapi secara geografi, secara faktor-faktor yang ada di daerah memang karena kawasan gambut, begitu mulai masuk musim kering sangat-sangat rentan oleh kejadian karhutla,” beber dia.
Untuk itu, ia meminta semua pihak bersinergi mengantisipasi potensi karhutla. Sejumlah kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Menko Polhukam pun telah menyiapkan langkah antisipasi karhutla.
“Dan daerah diimbau untuk melakukan apel kesiapsiagaan, melihat kembali alat, perangkat, personel dan anggaran untuk menghadapi periode potensi karhutla dalam beberapa minggu ke depan,” pungkas Abdul.
(Z-9)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved