Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga nampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan yang berlangsung di alun-alun Wates tersebut diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKBN) DIY.
Rangkaian acara diisi dengan kegiatan senam dan jalan sehat bersama. Dalam rangkaian acara tersebut kegiatan berbasis masyarakat yang melibatkan puluhan UMKM Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dan Desa Prima.
Salah satu warga asal Kulon Progo Yuni Rahmatika mengaku antusias dengan rangkaian kegiatan untuk menyambut malam puncak Harganas yang digelar di Waduk Sermo Hargowilis Kokap, Kulon Progo, Minggu (21/7/).
Baca juga : Atur Jarak Kelahiran Anak, BKKBN Gelar Pelayanan KB Serentak
"Saya baru pertama kali ikut kegiatan yang diadakan BKKBN ini. Dan juga baru tahu kalau Indonesia selalu memperingati Hari Keluarga Nasional setiap tahun sejak 31 tahun lalu," urai staf Tata Usaha SMAN 2 Wates ini.
Dirinya datang bersama suami dan seorang anaknya. Yuni menilai kegiatan perayaan Harganas bisa membantu masyarakat mengetahui program-program perencanaan keluarga yang disosialisasikan oleh BKKBN.
"Kegiatan ini tentu positif. Menjadi salah satu strategi menyosialisasikan Harganas ke tengah masyarakat," ujarnya.
Baca juga : BKKBN: Indeks Kebahagiaan Keluarga Indonesia Tinggi Meskipun Belum Mandiri
Sama seperti Yuni, kehadiran Dewa, warga Wates yang bergelut mengais rejeki sebagai tenaga honorer di sebuah sekolah swasta di Kota Yogyakarta, juga ikut menjadi peserta jalan sehat keluarga. Dan tentu juga senam bersama. Dewa datang bersama istri, Wening, bersama dua anaknya, laki dan perempuan
"Saya tahu kegiatan ini dari teman. Banyak banget pesertanya, jauh lebih banyak dari acara-acara sebelumnya yang pernah saya ikuti di Alun-alun Wates," ujar Dewa.
Peserta jalan sehat keluarga dilepas Kepala BKKBN RI, Dokter Hasto, yang pernah menjadi Bupati Kulon Progo dua periode. Banyak warga yang merapat ke dokter Hasto sekedar menyalami selepas acara pelepasan peserta.
Baca juga : BKKBN Diharapkan Bisa Kolaborasi Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS
Dalam pesannya kepada warga Kulon Progo, Dokter Hasto menyampaikan beberapa catatan. Antara lain, pemberian ASI harus dilakukan selama dua tahun, di mana enam bulan pertama pemberian tidak boleh ditambahkan makanan pendamping ASI.
Dalam pesannya Dokter Hasto juga menaruh harap agar keluarga Indonesia menjadi keluarga yang tenteram, mandiri dan bahagia.
"Untuk itu jangan sampai uring-uringan dalam keluarga," ujar dokter Hasto mengingatkan.
Persoalan ini menjadi perhatian Dokter Hasto mengingat angka perceraian terbesar justru berasal dari pertengkaran-pertengkaran kecil yang terjadi berkelanjutan tanpa penyelesaian. Dokter Hasto juga mengingatkan agar remaja menghindarkan diri dari pernikahan usia dini, seks bebas, dan narkotika. (Z-8)
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Meski jangkauan tim sudah cukup luas, Safrina mencatat masih ada beberapa wilayah yang belum tertangani sepenuhnya karena kendala akses.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X menanggapi laporan protes dari orangtua siswa mengeluhkan menu MBG berupa roti selama Ramadan
PENCIPTA lagu Darah Juang, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau John Tobing meninggal dunia. Kabar duka itu dibenarkan oleh aktivis Jogja Police Watch, Baharuddin Kamba
Masyarakat yang berpartisipasi akan mendapatkan imbalan sebesar Rp5.500 untuk setiap satu liter minyak jelantah yang disetorkan.
HARGA pangan di Yogyakarta di momen awal puasa Ramadan 2026 menunjukkan kenaikan signifikan. Dari hasil pemantauan, beberapa harga komoditas masih tinggi dan membuat warga khawatir.
Nikmati Ramadan di Kotta GO Yogyakarta dengan promo 40 Hours Stay dan paket buka puasa Iftar Nusantara di Piyama Cafe. Hotel & Resto #1 di TripAdvisor!
BHR DIY sebut hilal awal Ramadan 1447 H di Yogyakarta mustahil terlihat Selasa (17/2) karena posisi minus 1,5 derajat di bawah ufuk. Cek hasil lengkapnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved