Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYEBAB penyakit kencing manis atau diabetes tidak hanya disebabkan nasi putih saja. Penyakit ini juga berasal dari kebiasaan sehari-hari yang terkadang tidak disadari kita semua.
Di era modern ini, kebiasaan hidup gen Z mengalami perubahan drastis dibandingkan generasi sebelumnya. Dimana banyak anak muda gen Z yang menerapkan gaya hidup tidak sehat, seperti rutin mengonsumsi makanan yang mengandung gula, tinggi lemak, dan kurangnya aktivitas fisik.
Meski banyak program diet yang populer, banyak anak muda yang kurang memperhatikan berat badannya. Faktanya, kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes. Orang yang kelebihan berat badan sering kali memiliki gula darah tinggi dan rentan terkena diabetes.
Baca juga : Daftar Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Risiko Diabetes
Makanan cepat saji atau junk food merupakan jenis makanan yang enak dan kaya rasa. Tak heran jika sering diincar Gen Z. Faktanya, kebiasaan mengonsumsi junk food dapat berdampak buruk bagi kesehatan karena banyak mengandung kalori, lemak jenuh, gula, rendah serat dan nutrisi. Jika Anda rutin mengonsumsi makanan cepat saji, secara tidak langsung akan menyebabkan penambahan berat badan sehingga menyebabkan resistensi insulin dan berujung pada penyakit diabetes.
Minuman kemasan seperti jus kemasan, latte beraroma, soda, dan berbagai minuman rasa manis lainnya sangat populer di kalangan Gen Z. Meski demikian, makanan atau minuman manis dapat membuat peningkatan glukosa di dalam tubuh, sehingga memicu terjadinya diabetes. Sebab, hal itu dapat merusak regulasi gula darah dan secara signifikan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Begadang juga merupakan salah satu kebiasaan penyebab diabetes pada gen Z. Tidur larut malam atau begadang dapat mengganggu jam biologis tubuh dan menyebabkan kemungkinan perubahan hormonal menghambat kerja insulin. Selain itu, begadang terlalu sering juga tidak baik untuk kesehatan karena lambat laun dapat merusak tubuh dan memicu penyakit diabetes.
Salah satu kebiasaan yang dapat menyebabkan penyakit diabetes adalah kurangnya aktivitas fisik akibat mager. Ketika seseorang kurang aktif, jumlah kalori yang dibakar dalam tubuh menjadi sedikit.
Kurangnya pembakaran kalori mengakibatkan sejumlah besar gula atau bahan bakar dalam tubuh tidak terpakai, kemudian disimpan sebagai gula atau lemak. Sehingga hal ini bisa meningkatlan risiko penyakit diabetes. Daripada bermalas-malasan, diasarankan untuk aktif secara fisik. Ambil setidaknya 5.000 langkah setiap hari. Sebab aktivitas fisik dapat mempercepat metabolisme tubuh. (Z-3)
Motivasi tersebut muncul karena Gen Z belajar dari pengalaman beban finansial atau kesalahan pengelolaan keuangan yang dilakukan generasi orangtua mereka di masa lalu.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan produk BSI Tabungan Umrah sebagai strategi menangkap lonjakan minat beribadah ke Tanah Suci di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
DOSEN FISIP Universitas Indonesia (UI) sekaligus pengamat politik, Cecep Hidayat, mengatakan, mengapresiasi gaya komunikasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Letkol Teddy Indra Wijaya.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Tren fragrance elitism menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari wangi yang enak, melainkan makna emosional dan nilai personal dari sebotol parfum.
Dirjen Polpum Kemendagri, Akmal Malik mendorong agar rumah ibadah di Indonesia tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Laporan medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang signifikan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved