Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Serian Wijatno mengusulkan agar Kementerian Agama (Kemenag) RI menjadikan dialog "Interfaith and Intercivilizational Reception" sebagai agenda nasional keumatan tiap tahun.
"Formatnya bisa disesuaikan tergantung situasi dan kondisi yang ada tapi yang pasti intinya forum ini bisa menjadi wahana solutif bagi persoalan terkait keberagaman agama baik di level nasional maupun internasional," kata Serian melalui siaran pers yang diterima di Jakarta hari ini.
Ia mengapresiasi dialog "Interfaith and Intercivilizational Reception" bersama Grand Syekh Al Azhar Ahmed Al Thayeb yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Hotel Pullman Jakarta Central Park, kemarin.
Baca juga : Kemenag Bakal Jadikan KUA Inklusif, Untuk Semua Agama bukan cuma Islam
Serian yang menjadi salah seorang pimpinan organisasi keislaman yang diundang dalam acara tersebut juga mengapresiasi pernyataan Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb dalam forum itu yang menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang menghormati beragam perbedaan. Karenanya, Islam juga sangat terbuka untuk berdialog dan menganjurkan silaturahim.
“Islam sangat terbuka terhadap agama, aliran, dan menghormati pengikut agama lain. Ini dasar bagi silaturahim antara umat Islam dengan lainnya,” kata Syekh Al-Tayeb.
"Apa yang disampaikan Syekh Al-Tayeb sangat selaras dengan apa yang diamalkan di PITI dalam melaksanakan Islam yang rahmatan lil alamiin" ungkap Serian.
Baca juga : Peristiwa Isra Mikraj Buktikan Agama bukan Sekadar Ritual
Karena itu ia menilai forum dialog lintas agama itu memiliki nilai strategis dalam membangun dialektika yang baik bagi upaya merawat kerukunan umat beragama di negeri ini.
Dengan diagendakannya dialog tersebut, Serian yang juga Bendahara Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini yakin forum tersebut dapat memberikan solusi terkait persoalan keberagaman agama.
"Karena persoalan keberagaman adalah isu yang memerlukan solusi yang adil dan bijaksana. Terlebih lagi dunia saat ini sedang mendapatkan tantangan yang sangat serius dalam hal tersebut. Sementara berbagai tatanan ekonomi dan tatanan global tidak dapat mengatasi berbagai masalah kemanusiaan di dunia saat ini," katanya lagi.
Baca juga : 165 Peserta dari Lima Benua Ikuti Prakualifikasi MTQ Internasional di Jakarta
Serian mengingatkan bahwa kerukunan umat beragama yang terjaga akan dapat mengembangkan rasa kebersamaan dan kesatuan bangsa.
"Dengan adanya kerukunan umat beragama, generasi muda dapat merasa menjadi bagian dari bangsa Indonesia, terlepas dari perbedaan agama yang mereka anut. Sehingga kerukunan umat beragama dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan," pungkasnya. ( Bay/RO)
OBSERVATORIUM Bosscha bakal melaksanakan pengamatan bulan sabit muda (hilal) untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada tanggal 18 Februari 2026.
KERAJAAN Arab Saudi mengirimkan 100 ton kurma premium untuk masyarakat Indonesia menjelang bulan suci Ramadan 2026 dari Raja Kerajaan Arab Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz.
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Kementerian Agama menegaskan bahwa pihaknya terus memperjuangkan guru madrasah swasta agar bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025.
Guru madrasah bukan sekadar profesi, melainkan simbol pengabdian panjang dalam sejarah pendidikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved