Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMAAH haji gelombang II secara bertahap akan mulai diberangkatkan dari Mekah menuju Madinah pada Rabu (26/6). Para jemaah akan berada di Madinah selama 8-9 hari.
Kepala Daerah Kerja Mekah Khalilurrahman menyebut hari ini ada 17 kloter jemaah gelombang II yang akan diberangkatkan ke Madinah. Ia mengimbau jemaah untuk mulai menyiapkan kebutuhan peribadatannya di Kota Madinah sejak dari di Mekah.
"Tidak seperti di Mekah yang jarak hotel ke Masjidil Haram relatif agak jauh sehingga butuh Bus Selawat. Di Madinah, hotelnya dekat dengan masjid Nabawi. Kira-kira jarak hotel ke Masjid Nabawi sekitar 500 meter," tutur Khalilurrahman dalam keterangan di Mekah, Rabu (26/6).
Baca juga : 170 Hotel di Mekah untuk Sambut Jemaah Haji
Khalil mengingatkan bahwa kondisi hotel di Madinah berbeda dengan di Mekah. Kapasitas hotel di Madinah tidak sebanyak di Mekah. "Bila di Mekah satu hotel ada yang bisa menampung sampai 20 ribu orang, di Madinah paling sekitar 1.500-an," papar Khalil.
Hal itu, katanya, yang perlu dipahami para jemaah karena kondisi tersebut berdampak terhadap penempatan jemaah. "Jangan kaget kalau nanti ada kloter yang terpisah penempatannya," ujar Khalil.
Karena jumlah kapasitasnya sedikit, tak heran jika hotel di Madinah memiliki lobi lebih kecil dibandingkan pemondokan di Mekah. Namun, kata Khalil, yang juga perlu diingat jemaah bahwa di Madinah jumlah lift hotel terbatas. "Jadi, kalau mau salat fardu di Nabawi, jemaah perlu mengatur juga waktu turun lift," imbuhnya.
Baca juga : Besok Jemaah Haji Embarkasi Banjarmasin Mulai Tiba di Kalsel
Karakteristik hotel di Madinah memiliki luasan yang lebih kecil dari hotel-hotel di Mekah. Berbeda juga dengan Mekah, pemondokan di Madinah tidak menyediakan musala.
Pemondokan jemaah haji Indonesia di Madinah merupakan hotel berbintang 3 sampai 5. Karenanya, mereka tidak menyediakan tempat cuci jemur seperti di Mekah.
Untuk menyiasatinya, jemaah diharapkan sudah menyiapkan baju ganti yang cukup selama beraktivitas di Madinah. "Kalau bisa kenakan pakaian yang mudah menyerap keringat. Jadi tidak perlu upaya berat untuk mencucinya," ujar Khalil.
Baca juga : Usai Armuzna, Bus Selawat kembali Beroperasi Layani Jemaah Haji
Selama di Kota Madinah, jemaah juga akan berziarah ke beberapa lokasi, seperti Raudhah, Masjid Kuba, Jabal Uhud, dan sebagainya. Untuk masuk Raudhah, jemaah akan menggunakan tasreh yang sudah didaftarkan oleh Bimbad Madinah.
Sering kali, jadwal ke Raudhah berbarengan dengan momen ziarah di situs lain. Bila terjadi hal semacam itu, Khalil meminta agar jemaah mendahulukan berziarah ke Raudhah.
"Karena ini jadwalnya tidak bisa diulang. Kalau sudah terlewat, jemaah tidak punya kesempatan lagi. Karenanya pastikan jangan terlewat jadwal ke Raudhahnya," pesan Khalil.
Ia juga berpesan agar jemaah senantiasa menjaga kondisi fisik selama di Madinah. "Jangan memaksakan diri dalam beribadah. Tetap gunakan alat pelindung diri bila keluar dari penginapan," tegasnya.
Cuaca di Madinah lebih panas dari Mekah sehingga alat pelindung diri penting untuk dibawa jemaah. "Jangan lupa gunakan sunscreen, topi, dan kacamata. Bawa juga payung dan botol semprot (spray). Satu lagi, jangan lupa untuk sering minum untuk menghindari dehidrasi," pesan Khalil. (Z-2)
TERKAIT Indonesia yang berhasil memenangkan lelang lahan di Mekah, Arab Saudi untuk pembangunan Kampung Haji, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan terlibat.
Melalui Danantara, pemerintah pemerintah Indonesia telah membeli satu hotel di kawasan Thakher yang memiliki kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower.
DANANTARA Indonesia resmi mengakuisisi hotel dan real estat di kawasan Mekah, Arab Saudi memperoleh apresiasi.
Mimpi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kampung Indonesia di Mekah tampaknya bakal terwujud.
KEMENTERIAN Pertahanan Arab Saudi merilis gambar sistem rudal Patriot Raytheon MIM-104 buatan Amerika Serikat (AS). Rudal ini dikerahkan untuk melindungi Mekah dan Masjidil Haram.
Ketiga WNI ditemukan oleh aparat melalui patroli drone.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved