Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Danantara Beli Hotel dan Lahan di Mekah Sebagai Langkah Monumental dan Bersejarah

M Iqbal Al Machmudi
19/12/2025 12:41
Danantara Beli Hotel dan Lahan di Mekah Sebagai Langkah Monumental dan Bersejarah
Ilustrasi(ANTARA)

KETUA Komnas Haji dan Umroh Mustolih Siradj menilai keputusan Danantara membeli properti di Tanah Suci merupakan momentum yang tepat dan monumental, akan terukir sebagai sejarah yang menandai babak baru tata kelola penyelenggaraan ibadah haji pada masa-masa mendatang yang lebih progresif dan sangat positif. 

"Cita-cita pemerintah memiliki lahan untuk kenyamanan jemaah haji di Tanah Suci sudah lama dicita-citakan dari sejak era orde lama, namun baru di era pemerintahan saat ini akhirnya bisa terealisasi," kata Mustolih dalam keterangannya, Jumat (19/12).

Kampung Haji nantinya diharapkan sebagai pusat episentrum dari ekosistem, bukan saja dalam rutinitas tahunan penyelenggraan ibadah haji tetapi juga umrah yang melibatkan jutaan orang. 

Segala kebutuhan yang diperlukan dalam penyelenggaraan ibadah kolosal tersebut dapat dikelola melalui Kampung Haji secara mandiri mulai dari mulai akomodasi, konsumsi, kesehatan, transportasi dengan melibatkan pelaku usaha level besar, menengah dan UKM Indonesia untuk terlibat dalam semua alur rantai pasok sehingga memberikan efek ganda sekaligus, lebih efesien dan memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha tanah air. 

Untuk diketahui, berdasarkan hitung-hitungan dari Kementerian Haji putaran ekonomi haji dan umrah per tahun dari jemaah haji Indonesia mencapai Rp65 triliun per tahun. Namun belum berdampak signifikan kepada perekonomian nasional. 

"Dengan pembelian tersebut upaya pemerintah membangun Kampung Haji di Tanah Sucitampaknya memang tidak main-main," ucapnya. 

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang juga CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengumumkan secara resmi telah menandatangani conditional sales and purchase agreement atau perjanjian jual beli bersyarat. 

Melalui Danantara, pemerintah pemerintah Indonesia telah membeli satu hotel di kawasan Thakher yang memiliki kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower dengan kapasitas tampung jemaah haji mencapai sekitar 4.383 orang. 

Selain hotel, Danantara juga membeli lahan seluas sekitar 5 hektare di depan hotel tersebut. Di atas lahan itu direncanakan pembangunan sekitar 13 tower dan satu pusat perbelanjaan untuk melayani jemaah haji dan umrah Indonesia. 

Nantinya akan dibangun 13 tower tambahan, jika rampung total kamar diperkirakan mencapai 6.025 kamar yang mampu menampung jemaah haji Indonesia lebih dari 23.000 orang. Menariknya, kepemilikan lahan dan bangunan tersebut bersifat hak milik, bukan sewa.

Kawasan tersebut berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram yang juga dilengkapi dengan terowongan atau jembatan yang akan menghubungkan kawasan tersebut dengan Masjidil Haram yang kelak akan disebut Al-Hujun dengan target selesai pada 2026.

Selain lahan yang telah dibeli di kawasan Thakher, Danantara juga tengah mengikuti proses bidding untuk lahan lain di kawasan Western Hindawiah yang jaraknya juga sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram untuk dibangun kampung haji. 

Dari 90 peserta, Danantara sudah masuk kandidat dua besar. Pemenang akan diumumkan akhir tahun ini atau awal tahun depan. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya