Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA sejumlah salah kaprah dalam merawat gigi, termasuk menyikatnya. Masih banyak masyarakat yang belum memahami dalam menjaga kesehatan gigi.
Salah satu yang disorot ialah penggunaan odol. "Kita sikat gigi lebih penting sikat atau odol?" tanya drg. Kim Seong Seon, dokter gigi yang memulai kariernya di Korea Selatan, Jakarta, Senin (24/6). "Lebih penting sikatnya," tegasnya.
Ia melihat banyak orang memakai odol sepanjang bulu sikat gigi. Padahal, katanya, hal itu tidak perlu dilakukan. Cukup odol yang digunakan sebesar biji jagung. Bahkan, tanpa odol pun, kita dapat melakukan sikat gigi sebagai langkah perawatan gigi.
Baca juga : Cara Menghilangkan Karang Gigi Sendiri, tanpa ke Dokter
Selain itu, lama sikat gigi perlu ditekankan. Bagi pemilik Arirang Dental Clinic di Jakarta itu, tidak cukup sikat gigi dilakukan selama tiga menit. Waktu ideal melakukan sikat gigi ialah enam menit.
Kim mengingatkan agar sikat gigi jangan dilakukan setelah makan secara langsung. Menurutnya, lakukan sikat gigi setelah 40 menit dari aktivitas makan. Sikat gigi diimbau agar tidak direndam dalam air. Namun, benda tersebut dapat langsung dipakai dalam keadaan kering.
Ada isu bahwa gula dan air PAM tdk rusak gigi. Kim tegas menolak hal tersebut. "Itu tidak benar. Tidak masalah dengan makanan dan minuman. Yang penting kita sikat gigi setelah itu," jelas Kim yang akan tampil di TVOne setiap Rabu pukul 09.30.
Baca juga : Jaga Kesehatan Gigi Anak, Lakukan Deteksi Plak
Ia melanjutkan bahwa sikat gigi dapat dilakukan lebih dari dua kali dalam sehari. Waktu yang terpenting yaitu sebelum tidur malam. Bahkan, ia menolak pemakaian larutan atau obat kumur yang dinilai tidak bermanfaat bagi kita.
Untuk perawatan karang gigi, cukup dilakukan dengan sikat gigi. "Tidak ada gunanya dengan berkumur," katanya. Selain sikat gigi yang rutin, ia meminta agar masyarakat melakukan kontrol gigi enam bulan sekali. Dalam kontrol ke dokter gigi ini, masyarakat dapat melakukan scaling untuk membersihkan karang gigi.
Satu lagi yang diamati Kim yaitu warga Indonesia yang suka bikin vinir bukan ke dokter gigi tetapi salon-salon yang tidak jelas. Alasannya, vinir yang asal pasang itu tidak menutup rapat dengan gigi asli. Akibatnya, sisa makanan masuk dalam vinir dan menjadi kuman yang dapat menyebabkan gigi asli menjadi rusak. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar membuat vinir ke dokter gigi. (Z-2)
Scaling gigi adalah prosedur pembersihan karang gigi yang menggunakan alat dengan disebut ultasonic scaler. Ini prosedur, manfaat, hingga efek sampingnya.
Jika sudah waktunya kamu scaling gigi, tetapi kamu sedang berpuasa, maka hukum scaling gigi saat puasa itu diperbolehkan asal tidak ada air, darah atau benda lain tertelan
Lantas apa sih yang menyebabkan karang gigi itu dan bagaimana cara mengobatinya? Simak jawabannya dari ulasan berikut ini.
Alat yang digunakan untuk menghilangkan plak tajam dan memiliki bentuk khusus untuk setiap gigi yang membantu memaksimalkan penghilangan plak sekaligus meminimalkan kerusakan gigi.
Dalam proses dokumentasinya, dokter Tri mengakui bahwa memang dibutuhkan waktu lebih lama untuk membuat video sambil dirinya praktik kerja merawat pasien.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Selain teknik pembersihan gigi, edukasi kesehatan rongga mulut juga harus mencakup aspek gaya hidup, terutama pola makan.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved