Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENYAMBUT Hari Ulang Tahun DKI Jakarta diselenggarakan "Jakarta International Marathon 2024", Minggu, (23/6).Namun, buruknya kualitas udara masih menjadi permasalahan yang membayangi.
DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat ketiga dunia dengan angka 166. Menanggapi itu, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Guru Besar Fakultas Universitas Indonesia (FKUI) dan Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menyampaikan ada empat hal yang perlu ditekankan terkait masalah polusi udara.
Pertama, menurut Tjandra, harus ada upaya maksimal agar polusi udara Jakarta dapat dikendalikan. Sebab, warga Jakarta tidak bisa memilih udara yang dihirup setiap waktu.
Baca juga : Selain ISPA, Ini Dampak Paparan Polusi Udara pada Tubuh Anda
"Kalau ada polusi udara maka kita terpaksa atau dipaksa menghirup udara yang tercemar polutan dan akan merugikan kesehatan," ujarnya Minggu (23/6).
Kedua, imbuh dia, dalam polusi udara termasuk di Jakarta, ada partikel yaitu PM 10 dan PM 2.5. Dampak polusi udara dapat berupa dampak jangka pendek seperti iritasi saluran napas, sehingga dapat menjadi pemicu keluhan batuk, sesak napas, kambuhnya asma dan eksaserbasi Penyakit Paru Kronik (PPOK). Juga dapat terjadi infeksi, seperti ISPA dalam bentuk bronkitis dan masalah lainnya.
"Sementara itu, dampak jangka panjang mungkin saja terjadi kerusakan di saluran dan napas dan mungkin juga alveolus. Dapat terjadi penyakit paru kronik dan juga perburukannya," terang Tjandra.
Baca juga : Dokter Paru Beberkan Cara Jaga Kesehatan di Tengah Polusi Udara
Berdasarkan data laman resmi IQAir, Minggu (23/6), pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 166, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi 77 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi ini setara 15,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tadi malam 22 Juni 2024 baru kembali dari Sydney mengikuti Konperensi Ketahanan Kesehatan Global. Di Sydney di pagi hari, kadar PM 2.5 nya di hanya 12 saja, jelas jauh lebih sehat dari kita di Jakarta, dan langitnya pun amat biru cerah menyegarkan.
Ketiga, sambung Tjandra, warga kota sedapat mungkin diminta membatasi aktivitas di luar rumah apabila kadar polusi udara dalam kategori buruk. Cara lain, ujarnya, dengan tetap menjaga kesehatan, makan bergizi, istirahat cukup dan tentu jangan merokok.
Baca juga : Selasa (28/5) Pagi, Jakarta Jadi Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia
" Lalu, kalau memang ada penyakit kronik baik paru ataupun juga yang lain maka pastikan patuhi anjuran dokter, termasuk mengkonsumsi obat rutin yang diharuskan," ujar Tjandra.
Ke empat, menurutnya ada tiga hal yang perlu dilakukan pemerintah yakni pemerintah harus berupaya maksimal agar polusi udara dapat dikendalikan sehingga warga dapat menghirup udara bersih dalam kehidupannya sehari-hari, pemerintah juga dapat memberi informasi tentang kadar polusi udara secara rinci dan berkala kepada masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami dan terakhir, jika ada warga negara yang mengalami gangguan kesehatan, atau kelompok berisiko yang rentan terkena gangguan akibat polusi udara, pemerintah berkewajiban memberikan akses pelayanan kesehata. pada semua warga tanpa harus membebani ekonominya.
"Inilah yang disebut konsep "Universal Health Coverage - UHC," tukasnya.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Polutan yang terhirup ibu hamil dapat masuk ke aliran darah, menembus plasenta, dan memicu stres oksidatif serta peradangan yang berdampak pada janin.
Pada 2022, beban ekonomi akibat dampak kesehatan dari polusi udara diperkirakan mencapai US$220 miliar, atau sekitar 6,6% dari PDB nasional (PPP).
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
Dengan kondisi tersebut, berdasarkan laman IQAir, maka kelompok sensitif disarankan agar sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved