Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menggunakan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada tahun ini berhasil membuat banyak calon mahasiswa memilih jurusan vokasi.
Bahkan, program studi (prodi) paling ketat dalam pelaksanaan SNBT seluruhnya diisi oleh pilihan vokasi baik itu D4 maupun D3. Hal ini juga didukung oleh peraturan baru dalam pelaksanaan SNBT bahwa calon mahasiswa boleh memilih empat prodi maksimal tapi pilihan ketiga dan keempat harus dari vokasi.
Pengamat pendidikan sekaligus CEO Jurusanku, Ina Liem, mengatakan bahwa hal ini tentu menggembirakan. Saat ini para peserta didik sudah mulai sadar pentingnya kemampuan dibandingkan sekadar ijazah.
Baca juga : 231 Ribu Lulus SNBT dari 785 Ribu Peserta
"Saya senang sebetulnya ada peningkatan peminat pendidikan vokasi, bahkan yang nilai SNBT tinggi juga mulai melirik vokasi. Ini menunjukkan makin banyak orang mengejar skills, bukan sekadar ijazah dan ini sejalan dengan demand di industri,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Selasa (18/6).
Kendati demikian, meskipun prodi vokasi mulai dilirik, peserta SNBT memilih vokasi di perguruan tinggi negeri (PTN) akademik seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Jakarta dibandingkan PTN vokasi seperti Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bandung, dan lainnya.
Menurut Ina Liem, hal ini terjadi lantaran calon mahasiswa saat ini masih memikirkan gengsi di balik nama besar PTN akademik. "Masih banyak yang mencari gengsi atau nama. Padahal banyak politeknik yang sudah menjalin kerja sama dengan industri dan lulusannya cenderung lebih mudah dan cepat mendapat pekerjaan, tanpa mengandalkan nama besar seperti UI," tegas Ina Liem.
Baca juga : Jumlah Peminat Prodi Vokasi Tahun Ini Mengalami Peningkatan
"Apalagi kalau kita betul-betul menguasai keterampilan tertentu dengan kondisi lapangan kerja yang menurun saat ini. Keterampilan tersebut bisa membuat kita langsung buka usaha sendiri. Contoh membuat tas tenun, budi daya kepiting, layanan perbaikan teknologi, layanan kecantikan, dan sebagainya," sambungnya.
Untuk itu, Ina Liem menyarankan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan lain mulai melakukan sosialisasi terkait manfaat pendidikan vokasi bagi masa depan generasi penerus bangsa. "Jadi strategi yang bisa dilakukan ialah sosialisasi masif untuk mengubah mindset khususnya orangtua. Yang membawa kesuksesan zaman orangtua dulu belum tentu masih relevan dengan zaman anak sekarang," tuturnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud-Ristek Kiki Yuliati sebelumnya mengatakan bahwa dari data SNPMB 2024, pihaknya melihat bahwa pendaftaran mahasiswa di program studi vokasi mulai meningkat sangat tinggi. "Ini menunjukkan bahwa program studi vokasi mulai dikenal oleh para calon mahasiswa dan ketika mereka lebih mengenal program studi vokasi. Mereka mempelajari yang akan mereka dapat melalui program studi pendidikan tinggi vokasi lalu mereka memilih program studi diploma tiga dan diploma empat," kata Kiki.
Pada dasarnya, Kiki menekankan bahwa mahasiswa yang mengikuti pendidikan diploma dan sarjana terapan ialah mahasiswa yang kelak akan bekerja. Mereka akan memilih program studi yang akan memberikan mereka bekal keahlian serta kompetensi yang sungguh-sungguh mereka minati. (Z-2)
PADA 1-9 November 2025 Kemendikdasmen kembali akan melaksanakan ujian berskala nasional dengan menggunakan materi tes yang diberi label 'tes kompetensi akademik' (TKA)
Kebijakan kemandirian keuangan PTN dinilai menciptakan ketimpangan dalam dunia pendidikan tinggi.
Dari sekitar 4,1 juta siswa kelas 12 pada tahun ajaran 2023/2024, hanya sekitar 9% yang berhasil lolos ke PTN lewat jalur SNBP dan SNBT.
Untuk mengantisipasi kendala teknis agar para siswa lancar mengakses laman hasil seleksi, panitia SNPMB telah menyediakan sejumlah link PTN mirror sebagai alternatif akses.
Calon peserta yang akan mengikuti UTBK SNBT diperkirakan akan sangat banyak karena yang mendaftar merupakan siswa 12 dan gap year.
Kondisi PTN berbeda bagai langit dan bumi. Masalah sarana diselesaikan negara bertahap dan pasti karena kuatnya pendanaan.
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Lulusan pendidikan Vokasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Serentak Politeknik.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kemitraan berkelanjutan mampu memberikan manfaat berlapis, salah satunya memperkuat kapasitas institusi pendidikan sebagai penyedia talenta.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland  menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved