Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU besar bidang ilmu gizi kesehatan masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Sandra Fikawati menyampaikan bahwa kandungan gizi daging nabati berbeda dengan daging hewan.
Meskipun dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai daging hewan, ia mengatakan, kandungan asam amino pada daging nabati, yang dibuat dari tumbuhan, jelas berbeda dengan daging hewan.
Sandra menjelaskan sumber protein hewani, seperti daging unggas dan sapi, ikan, udang, susu, dan telur, mengandung sembilan asam amino esensial dari 20 jenis asam amino pembentuk protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca juga : Waspadai Istilah Babi dalam Komposisi Produk Makanan
"Sudah pasti kandungan asam amino esensial, dan semuanya itu berbeda," katanya.
Di samping itu, daging nabati tergolong makanan olahan yang proses pembuatannya dapat mencakup penambahan bahan penguat rasa dan pewarna.
"Apalagi itu mungkin melalui proses, jadi itu juga sebaiknya kita tidak terlalu banyak mengonsumsi processed food seperti itu," kata Sandra.
Baca juga : Ini Jenis Makanan yang Sebaiknya tidak Dihangatkan
"Itu sebenarnya kan hanya untuk rasa, supaya vegetarian tidak bosan dengan makanan mereka yang hanya sayuran dan buah-buahan," katanya.
Dia juga menyampaikan, klaim bahwa makanan sehat bergizi hanyalah sayur dan buah-buahan tidak berlaku untuk semua orang.
"Tentu harus kita sesuaikan dengan kondisi. Misalnya orang yang memiliki kondisi khusus, mungkin saja klaim itu benar, tapi bagi anak-anak, protein hewanilah yang paling mereka butuhkan," pungkas Sandra. (Ant/Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Ilmuwan Aarhus University menemukan dua asam amino penentu yang membuat tanaman membuka pintu bagi bakteri pengikat nitrogen.
Penelitian ungkap asam amino pembentuk kehidupan mungkin datang ke Bumi lewat debu antarbintang miliaran tahun lalu.
KELELAWAR vampir punya cara yang sangat aneh untuk mendapatkan energi. Hal itu diungkapkan para ilmuwan setelah menempatkan mereka di atas treadmill.
ASUPAN protein hewani merupakan hal yang tidak boleh disepelekan dalam mendukung pertumbuhan anak. Kandungan asam amino lengkap di protein hewani tak bisa digantikan.
Protein hewani bukan sekadar pelengkap—bagi anak, ia adalah fondasi utama untuk tumbuh sehat dan terhindar dari obesitas.
Memiliki rambut yang tebal dan berkilau adalah dambaan banyak orang. Seiring bertambahnya usia, rambut kita cenderung mengalami penipisan, kekeringan, dan kehilangan kilau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved