Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya meminta agar pengukuran deforestasi di Indonesia menggunakan metode yang tepat. Hal itu terkait dengan peraturan deforestasi Uni Eropa (EUDR). Menurut dia, penggunaan metode Global Forest Watch (GFW) yang berlaku selama ini dirasa kurang tepat untuk Indonesia.
"Kalau metode GFW errornya cukup berat di Indonesia karena kita sudah lihat di lapangan bareng WRI internasional, kita melakukan analisis metodologinya," kata Siti di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Minggu (2/6).
Sebagai informasi, pada bulan Mei 2023, Uni Eropa (UE) mengadopsi peraturan, Peraturan Deforestasi UE (EUDR), yang mewajibkan perusahaan untuk menunjukkan bahwa komoditas yang ditempatkan di pasar UE bebas dari deforestasi atau degradasi.
Baca juga : Indonesia bakal Adu Data Tutupan Hutan untuk Hadapi Regulasi Deforestasi Eropa
Berdasarkan peraturan tersebut, produk dan komoditas yang terkait dengan deforestasi atau degradasi hutan setelah tanggal 31 Desember 2020, tidak diizinkan di pasar UE. Komoditas yang wajib bebas deforestasi adalah sapi, kakao, kopi, kelapa sawit, kedelai, dan karet, serta produk turunannya seperti daging sapi dan coklat. Kayu dan produk turunannya seperti furnitur juga harus bebas degradasi .
Saat ini, Indonesia pun memiliki satelit resolusi tinggi hasil fasilitasi dari Norwegia untuk melakukan pengukuran inventarisasi lahan dan hutan.
"Jadi terima kasih karena Norwegia mengadakan satelit resolusi tinggi, artinya kalau diadakan gambarnya bisa lebih tepat menunjukkan kondisi yg sesungguhnya yang ada di ground," beber Siti.
Dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia, Siti menceritakan bahwa presiden meminta agar Norwegia membantu agar tidak ada diskriminasi dari produk sawit yang dihasilkan Indonesia.
"Meski Norway bukan negara Uni Eropa, tapi mereka bagian dari Eropa. Tolong Indonesia dibantu tentang kejelasan rantai supply dan terutama sawit. Karena 16 juta hektare lahan Indonesia punya small holders supaya persepsi dan penilaian yang diberikan ke indonesia lebih adil," pungkas Siti. (Z-8)
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Bencana yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, menjadi pemicu bagi para aktivis lingkungan ini untuk bergerak menyelamatkan Indonesia.
Jerome Polin menjelaskan bahwa Indonesia telah kehilangan 10 juta hektare hutan selama dua dekade.
INDONESIA menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pemikiran keagamaan modern yakni kerukunan dan ekoteologi.
TRAGEDI banjir bandang yang menghantam Aceh, Sumut, dan Sumbar seharusnya menjadi pembuka mata.
Walhi Kalsel mengatakan Kalimantan Selatan (Kalsel) biasa mengalami hal serupa yakni banjir seperti Sumatra jika hutan terus menyusut.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Selain modul ambulans, Prabowo memerintahkan TNI agar ditambah alat penanggulangan bencana. Khususnya saat kebakaran.
WAKIL Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan semangat pada seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengelola kawasan hutan,
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Indonesia telah berhasil menekan angka luasan kebakaran hutan, dari 2,6 juta hektare pada 2015 menjadi hanya 213 ribu hektare pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved