Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN dunia yang sangat pesat dan dinamis mendorong lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, unggul dan adaptif terhadap semua bentuk perkembangan. Di sisi lain, dunia usaha dan industri juga dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi sesuai dengan sumber daya yang dimiliki.
Untuk itu, Ketua Pengampu Konsorsium Penguatan Ekosistem Kemitraan DIY, Wiryanta menyampaikan hubungan kemitraan dunia pendidikan dengan dunia kerja perlu diperkuat. Di saat bersamaan perguruan tinggi juga harus mampu menyiapkan tenaga kerja sesuai dengan potensi yang ada di daerah masing-masing.
"Dengan itu, kita bisa mengetahui perkembangan dan kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha atau industri," terang dia saat Pelatihan Penguatan Ekosistem Kemitraan Vokasi dan Business Matching di Hotel Harper Yogyakarta, Rabu (22/5).
Baca juga : Program Pemadanan Dukungan Perkuat Daya Saing Industri dengan Pendidikan Vokasi
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Konsorsium Ekosistem Kemitraan Vokasi DIY. Ia menambahkan kegiatan ini tindak lanjut Program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah DIY yang diampu oleh tiga perwakilan Perguruan Tinggi Vokasi di DIY, yaitu Sekolah Vokasi UGM, Fakultas Vokasi UNY, dan Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogyakarta.
"Potensi tenaga kerja di DIY ada tiga bidang, yaitu pertanian, pengolahan, dan pariwisata," terang Wiryanta yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Vokasi UGM. Anak muda saat ini, lanjut dia, tidak berminat pada sektor-pekerjaan yang
Baca juga : Melongok Geliat Pendidikan Vokasi di Kota Bandung
konvensional. Kalaupun bekerja di sektor konvensional, seperti pertanian, mereka ingin melakukannya dengan memasukkan unsur inovasi teknologi ke dalamnya.
Wiryanta berharap, kegiatan ini memberikan informasi kepada lembaga pendidikan vokasi mengenai trend perkembangan dan isu mengenai ketenagakerjaan di DIY. Di saat bersamaan, lembaga pendidikan vokasional juga dilatih dalam menjalin kemitraan dengan industri guna menghasilkan SDM yang unggul khususnya vokasi.
"Business Matching dilaksanakan untuk mendiseminasikan hasil analisis tim ekosistem kemitraan Yogyakarta serta isu dan kebijakan tentang penguatan ekosistem kemitraan vokasi dalam rangka menghasilkan SDM yang unggul DIY," terang dia.
Baca juga : SMKN 1 Balikpapan dan Politeknik Negeri Banjarmasin Jawara Kompetisi K3TAB 2023
Kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan 16 MoU baru antara 3 kampus konsorsium Ekosistem Kemitraan DIY dan DUDI.Tim Pakar dari Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia
Industri Kemendikbud Ristek, Dr. Dewi Yanti Liliana mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk membentuk 20 konsursium Perguruan Tinggi Vokasi di seluruh Indonesia. Kegiatan Pelatihan Penguatan Ekosistem Kemitraan di DIY diikuti oleh 50 perwakilan Guru SMK, LKP dan LPK, serta perguruan tinggi vokasi di DIY.
"Nama programnya adalah penguatan ekosistem kemitraan untuk pengembangan inovasi berbasis wilayah," papar dia.
Kepala Disnakertrans Provinsi DIY, Aria Nugrahadi, ST M.Eng mengatakan, sinergitas antara dunia pendidikan dengan dunia industri harus terus ditingkarkan agar semakin kuat. Pasalnya, penyiapan angkatan kerja tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.
"Yang dipersiapkan untuk anak didik agar siap memasuki dunia kerja tidak hanya hard skill, tapi juga soft skill," terang dia. Pasalnya, saat ini dunia kerja mengalami banyak perubahan dan banyak pekerjaan baru, termasuk pekerjaan yang dilakukan secara remote.(Z-8)
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Kesejahteraan siswa merupakan faktor penting yang selama ini kurang diteliti di Indonesia, padahal sangat berpengaruh pada perkembangan psikososial dan prestasi akademik.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
Tantangan terbesar freelancer saat ini bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan beradaptasi.
AI telah berevolusi dari teknologi pendukung menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.
Nama Michael Wisnu Wardhana mendadak menjadi perbincangan nasional setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran besar di Gedung Terra Drone.
Country head & Board of directors Marketing & Media Alliance (MMA) Indonesia, Shati Tolani, menekankan pentingnya bulan Ramadan 2026 menjadi pendorong utama industri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved