Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menyebut pengentasan stunting menjadi kunci Indonesia Emas 2045. Hal tersebut ia ungkapkan saat menjadi Keynote Speaker pada Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dalam rangka Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (27/4).
Sosialisasi yang diadakan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar ini merupakan bagian dari upaya bersama BPIP dan stakeholder lainnya untuk mengimplementasikan instruksi Presiden.
"Pada Tahun 2014, tingkat stunting mencapai 37%, sementara pada tahun 2022 turun menjadi 21,6%. Sesuai dengan petunjuk dari Presiden Joko Widodo, target penurunan tingkat stunting di Tahun 2024 ditetapkan sebesar 14%. Kita semua perlu bersatu untuk mengurangi tingkat Stunting sesuai dengan program pemerintah yang diinisiasi oleh Bapak Presiden.", jelas Yudian.
Baca juga : Wujudkan Indonesia Emas 2045 dengan Generasi Sehat Cerdas
Yudian juga menyoroti pentingnya 'Keadilan' yang tertulis dalam Pancasila sila ke-5 sebagai prinsip hukum utama yang patut dihargai sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.
"Mari Kita semua sebagai bangsa Indonesia bersyukur atas anugerah kemerdekaan yang memberikan kita segalanya-galanya termasuk kebutuhan akan pangan yang selalu mencukupi. Kita harus menyadari bahwa, memberikan asupan yang tepat kepada bayi Kita adalah suatu keharusan, karena bertujuan untuk mengawasi pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak-anak, serta memberikan pendampingan dan pembinaan karakter, terutama terkait dengan nilai-nilai Pancasila.", tegas Yudian.
Seperti yang diketahui, stunting dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia suatu negara. Stunting tidak hanya mempengaruhi aspek fisik anak, tetapi juga kesehatan dan kemampuan kognitif individu. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso.
Baca juga : Impian Indonesia Emas 2045
"Dengan memperkuat gizi, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat, Kita dapat memperkuat indeks pembangunan manusia, dimulai dari generasi muda, termasuk bayi-bayi yang lahir di Indonesia. Oleh karena itu, BPIP tidak ada henti-hentinya bekerja sama dengan beberapa daerah lain di seluruh provinsi di Indonesia dalam upaya menurunkan tingkat stunting,” ucap Prakoso.
Senada dengan pernyataan Penjabat Bupati Karanganyar Timotius Suryadi turut mengemukakan dampak pembiara sunting di Indonesia.
"Stunting mungkin terlihat bukanlah sebuah hal yang besar pada awalnya. Tetapi, jika dibiarkan akan menjadi ancaman besar di masa depan. Terlebih lagi pada Tahun 2045 yang akan datang, visi 'Indonesia Emas' yaitu memiliki pemuda-pemudi unggul yang mampu mengatasi berbagai tantangan. Jika kasus Stunting terus berlanjut, visi tersebut tidak akan terwujud. 'Indonesia Emas 2045' dimulai dari sebuah angan-angan yang akan menjadi kenyataan, dan hal itu hanya mungkin jika masalah Stunting berhasil diselesaikan,” tutur Timotius. (Z-8)
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
ALFI CONVEX 2025, konferensi dan pameran logistik terbesar di Indonesia, resmi dibuka hari ini di ICE BSD, Tangerang.
Wakil Menteri Desa PDTT Ahmad Riza Patria yang turut hadir menilai tema kongres relevan dengan semangat penguasaan teknologi dan sains.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved