Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK orang yang salah dalam memahami konsep penggunaan sunscreen atau tabir surya yang menyebabkan perlindungan kulit kurang optimal.
"Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mengabaikan perlunya pengulangan penggunaan sunscreen setiap beberapa jam," kata Kepala Dokter sekaligus Co Founder Privee Clinic Almod Wibowo.
Ia menjelaskan tabir surya biasanya memiliki tanda SPF (Sun Protection Factor) yang menunjukkan seberapa lama kulit bisa terlindungi dari paparan sinar matahari sebelum terbakar.
Baca juga : Ingin Beli Tabir Surya? Perhatikan Kandungan SPF-nya
"Kalau SPF 15 misalnya, itu kan cepet banget ya dibakar matahari, karena ibaratnya kita isi bensi cuma sedikit nih. SPF 15 tuh cuma tahan sekitar satu setengah jam di kulit. Nah, orang merasa udah diolesin sunscreen dengan SPF bisa bebas seharian tanpa SPF tambahan," kata Almond, dikutip Rabu (24/4).
Lebih lanjut, Almond menjelaskan ada kesalahpahaman bahwa menggunakan sunscreen dengan SPF tinggi membuatnya tahan sepanjang hari.
Hal tersebut tidak benar. Setiap satu setengah hingga dua jam, sunscreen perlu diaplikasikan ulang untuk mempertahankan perlindungannya.
Baca juga : Tips Memilih Produk Suncreen untuk Badan dan wajah
Meski demikian, pemilihan SPF yang tepat juga menjadi hal penting. Misalnya, untuk aktivitas dalam ruangan yang jarang terkena sinar matahari, SPF 40 atau 50 sudah cukup. Namun, untuk aktivitas di luar ruangan yang terus terkena sinar matahari, mungkin perlu SPF yang lebih tinggi.
Perlu diingat pula bahwa tabir surya dengan SPF tinggi biasanya mengandung bahan dasar minyak atau oil, yang dapat menyebabkan komedo. Oleh karena itu, penting untuk memilih sunscreen yang sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.
"Persoalannya biasanya yang SPF tinggi itu bahan baku utama pembentuknya adalah oil atau minyak, yang bisa menyebabkan komedo. Biasanya dilemanya di situ saat memilih sunscreen. Kita idealnya, mau angka SPF yang sesuai di kulit kita dengan ketahanan yang sesuai, karena tiap merek beda-beda, biasanya itu konsultasi dengan dokter," ujarnya.
Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa ada jenis sunscreen yang tahan air dan ada tidak. Jika menggunakan sunscreen yang tidak tahan air saat berkeringat, perlindungan kulitnya juga akan hilang, sehingga konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis sunscreen yang sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas. (Ant/Z-1)
Penggunaan ulang sunscreen sangat penting, terutama setelah berenang, berkeringat hebat, dan menggosok atau menyeka area wajah dan tubuh.
Berbasis di Kota Malang, Jawa Timur, Glamazing terus menghadirkan inovasi yang menggabungkan teknologi kecantikan modern dan pendekatan formulasi yang aman.
BAGI banyak traveler, cuaca tropis Indonesia dan paparan matahari sepanjang perjalanan sering kali menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga kulit tetap nyaman.
Penggunaan tabir surya atau sunscreen masih tetap efektif dalam memberikan perlindungan pada kulit meski saat ini sudah masuk musim hujan.
Laporan IQAir 2024 menempatkan Indonesia di posisi ke-15 dunia untuk tingkat polusi udara PM2.5 tertinggi.
JELANG hari pernikahan, banyak pasangan calon pengantin yang begitu sibuk mengatur berbagai hal teknis seperti pemilihan busana, dekorasi, hingga menu hidangan,
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Kesiapan fisik dan mental adalah fondasi utama agar perjalanan mudik berlangsung aman.
SETELAH 10 tahun menjalin hubungan asmara, pasangan bintang Korea Selatan Kim Woo-bin dan Shin Min Ah akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan
Teknik yang bisa dilakukan dalam membantu mengendalikan diri agar tidak implusif dalam pengambilan keputusan finansial, yaitu dengan teknik S-T-O-P.
Otak juga membutuhkan olahraga, sehingga menggerakkan tubuh sesekali setiap hari sangat dibutuhkan untuk tubuh persendian termasuk otak.
Pakaian bekas yang belum dicuci dan ditumpuk begitu saja dapat mengandung virus Molluscum contagiosum, yang tidak diketahui sejak kapan telah bersarang di dalam serat atau bagian baju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved