Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, selama periode libur Lebaran 2024, terjadi sebanyak 10 kali gempa bumi di Indonesia. Adapun, satu di antaranya termasuk dalam gempa merusak.
Kepala Pusat Tsunami dan Gempa Bumi BMKG Daryono mengungkapkan, rentetan gempa tersebut ialah, pertama Gempa Bawean Jawa Timur berkekuatan M4.2, pada 12 April 2024 pukul 21:43:40 WIB. Gempa tersebut dipicu aktivitas sesar aktif di laut Jawa.
“Hasil monitoring BMKG terhadap Gempa Bawean hingga Sabtu 13 April 2024 pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 561 kali gempa, dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang, Semoga kondisi tektonik sumber gempa di Bawean segera stabil dan aman kembali,” kata Daryono dalam keterangan resmi, Minggu (14/4).
Baca juga : Kepulauan Mentawai Diguncang Gempa M5,2, tidak Potensi Tsunami
Berikutnya, gempa Pulau Seram Maluku berkekuatan M4.9 pada 11 April 2024 pukul; 22:50:23 WIB. Gempa ini dipicu sesar aktif di lepas pantai utara Pulau Seram dirasakan dalam skala intensitas III MMI, dan tidak ada laporan dampak kerusakan.
Ketiga, gempa Buleleng Bali M3.1, 11-Apr-24 21:42:57 WIB merupakan gempa dangkal akibat sesar aktif di daratan Buleleng Bali Utara dirasakan di Buleleng dalam skala intensitas III MMI dan tidak terjadi kerusakan. Keempat, Gempa Nabire Papua Tengah M4.2, 11-Apr-24 14:55:28 WIB dipicu aktivitas sesar aktif di lepas Pantai Nabire, dirasakan di Nabire dalam skala intensitas II MMI dan tidak ada laporan kerusakan.
Kelima, gempa Laut Maluku M6.5, 09-Apr-24 16:48:01 WIB merupakan gempa dangkal akibat deformasi batuan dalam kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme sumber pergerakan kombinasi geser dan naik (oblique thrust).
Baca juga : Rentetan Gempa Jabar dan Sesar Aktif yang Belum Terpetakan
“Gempa ini dirasakan di Morotai Selatan dalam skala intensitas IV MMI, di Halmahera Barat dan Sofifi dalam skala intensitas III- IV MMI dan di Manado dan Kota Ternate dalam skala intensitas III MMI, tidak ada laporan kerusakan,” ungkapnya.
Keenam, gempa Kaur Bengkulu M4.7, 09-Apr-24 07:58:32 WIB dipicu aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa ini dirasakan di Liwa dalam skala Intensitas II MMI dan tidak menimbulkan kerusakan.
Ketujuh, gempa Ransiki Papua Barat M6.1, 09-Apr-24 07:02:53 WIB dipicu aktivitas Sesar Sorong-Yapen (segmen laut). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip). “Gempa ini dirasakan di Ransiki dalam skala intensitas III-IV MMI, di Manokwari dalam skala intensitas III MMI. Gempa ini berdampak menimbulkan kerusakan ringan pada Gedung Koramil Distrik Tahota berupa tembok retak,” imbuh dia.
Baca juga : Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Tanah Bumbu Kalimantan Selatan
Kedelapan, gempa Sukabumi Jabar M3.4, 08-Apr-24 20:31:32 WIB akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa ini dirasakan di Sukabumi dalam skala Intensitas II MMI, dan tidak menimbulkan kerusakan.
Kesembilan, gempa Garut Jawa Barat M2.6, 08-Apr-24 14:07:59 WIB yang dipicu aktivitas Sesar aktif Garut Selatan (Garsela). Gempa ini dirasakan di Kec. Majalaya dan Kertasari dalam skala intensitas II MMI, dan tidak menimbulkan kerusakan.
Kesepuluh, gempa Dompu NTB M4.1, 08-Apr-24 09:50:53 WIB dipicu deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia yang tersubduksi di bawah Nusa Tenggara Barat (intraslab earthquake). Gempa ini dirasakan di Dompu dalam skala intensitas II MMI dan tidak menimbulkan kerusakan.
“Jika mencermati pembengkit gempa selama libur lebaran di atas tampak bahwa sumber gempa yang dominan aktif adalah sumber gempa sesar aktif, baik yang berada di daratan maupun yang terdapat di dasar laut. Dari 10 aktivitas gempa dirasakan di atas ada 7 gempa dipicu aktivitas sesar aktif dan 3 diantaranya berasosiasi dengan sistem penunjaman / subduksi lempeng Samudra,” pungkas Daryono. (Z-9)
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
Gempa dangkal magnitudo 4,5 mengguncang Kuta Selatan, Bali. BBMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif dasar laut dan tidak berpotensi tsunami.
Dinas seismologi nasional Meksiko melaporkan bahwa gempa bermagnitudo 6,5 tersebut mengguncang negara bagian Guerrero di Meksiko selatan.
Wilayah Laut Banda, Maluku diguncang gempa tektonik pada pukul 10.05 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar mencatat Aceh mengalami sedikitnya 11 kali gempa bumi, Rabu (31/12).
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG memprediksi cuaca Jakarta hari ini 20 Januari 2026 akan diguyur hujan ringan hingga sedang secara merata. Simak detail suhu dan kelembapannya.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved