Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT ginjal seringkali merajalela tanpa disadari, mengintai tanpa meninggalkan jejak yang jelas. Namun, meskipun tanpa gejala yang terlihat ginjal yang bermasalah dapat menyebabkan dampak serius pada kesehatan secara keseluruhan. Karena itulah, penyakit ginjal sering disebut sebagai “silent killer“.
Menurut Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI pada 2018, sebanyak 739.208 orang atau sekitar 3,8% masyarakat di Indonesia mengalami penyakit ginjal 'kronis'. Prevalensi ini meningkat dari data Riskesdas pada 2013 yang "hanya" 2%. Sedangkan, data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) Global Burden of Disease (GBD) 2019 menunjukan penyakit ginjal kronik masuk ke dalam 10 besar penyakit dengan kematian tertinggi di Indonesia.
Perlu untuk diketahui bersama, ginjal merupakan salah satu organ terpenting dalam tubuh dan berfungsi untuk menyaring senyawa racun dari darah. Disamping itu ginjal memiliki beragam fungsi. Beberapa di antaranya adalah untuk menyaring dan membuang racun dalam darah, mengatur keseimbangan cairan, elektrolit, dan asam basa di dalam tubuh, serta membantu metabolisme vitamin D.
Baca juga : Peringati Hari Ginjal Sedunia, Etana Beri Edukasi untuk Masyarakat
Nah, apabila ginjal mengalami gangguan, maka fungsi-fungsi diatas tidak akan berfungsi. Akhirnya, akan menimbulkan penyakit pada ginjal, dan penyakit terdsebut ada beragam jenisnya sepert:
Tanda dan gejala yang umumnya muncul akibat gangguan pada ginjal antara lain:
Selain dari gejala yang disebutkan diatas ada pun, tanda awal gangguan ginjal yang dilansir dari beberapa sumber, sebagai berikut:
Baca juga : Finerenone, Harapan Baru Pasien Penyakit Ginjal Kronis
Tentu, berikut adalah poin-poin baru dengan penjelasan yang lebih singkat:
Pencegahan dan Pengobatan Gangguan Ginjal:
1. Rutin Berolahraga: Menjaga kebugaran tubuh.
2. Kontrol Gula Darah: Menjaga kadar gula darah tetap normal.
3. Kontrol Tekanan Darah: Menjaga tekanan darah dalam batas normal.
4. Menjaga Berat Badan Ideal: Menjaga berat badan agar tetap seimbang.
5. Minum Air Putih Secukupnya: Meminum minimal 8-10 gelas air putih setiap hari.
6. Hindari Alkohol dan Rokok: Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
7. Penggunaan Obat-obatan yang Aman: Tidak mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang tanpa anjuran dokter.
1. Terapi Obat: Penggunaan obat-obatan seperti pengontrol tekanan darah tinggi, pengatur kadar kalium, pengobatan infeksi bakteri ginjal, dan diuretik sesuai dengan petunjuk dokter.
2. Perubahan Pola Hidup: Mengurangi konsumsi garam dan gula, meningkatkan asupan air putih, mengurangi alkohol dan berhenti merokok, serta meningkatkan aktivitas fisik.
3. Prosedur Cuci Darah: Dilakukan pada pasien dengan gangguan ginjal parah untuk menggantikan fungsi ginjal dalam menyaring darah dan membuang racun.
4. Operasi: Meliputi pengangkatan kista ginjal, pengangkatan batu ginjal, dan transplantasi ginjal. (Z-10)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
INOVASI penggunaan dialiser generasi terbaru seperti HD Theranova dan HDX (hemodialisis ekspansi) dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik (PGK)
Kriteria calon residien yang akan menerima transplantasi ginjal ialah mereka yang masuk dalam kondisi gagal ginjal tahap akhir, baik yang sudah atau belum menjalani dialisis.
Skrining dan deteksi dini penyakit ginjal tidak hanya akan menurunkan angka gagal ginjal dan kebutuhan terapi pengganti ginjal di Indonesia, tetapi juga mengurangi biaya pengobatan pasien.
Sebanyak 12 provinsi di Indonesia menempati posisi tertinggi dalam angka kasus Penyakit Ginjal Kronis (PGK).
Stadium awal penyakit ginjal kronik umumnya tanpa gejala. Keluhan umumnya timbul pada stadium lanjut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved