Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENINGKATAN kualitas lingkungan belajar pendidikan anak usia dini (PAUD) harus konsisten dilakukan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) nasional yang lebih baik.
"Upaya mempersiapkan SDM nasional sejak usia dini harus dengan langkah yang tepat, termasuk kualitas lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan generasi penerus bangsa," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/3).
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 5 Maret lalu meluncurkan Rapor Pendidikan 2024 di Senayan, Jakarta. Peluncuran Rapor Pendidikan itu ditujukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia yang berkelanjutan.
Baca juga : Transformasi SMK Menjadi Lebih Baik Harus Konsisten Dilakukan
Perkembangan terbaru Rapor Pendidikan 2024 menghadirkan pembaruan data tentang kualitas lingkungan belajar untuk satuan pendidikan di jenjang (PAUD).
Secara umum Rapor Pendidikan merupakan laporan yang menampilkan kondisi satuan pendidikan berdasarkan data dari hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan satuan pendidikan dan daerah.
Menurut Lestari, perhatian terhadap kualitas lingkungan belajar di jenjang PAUD harus menjadi kepedulian bersama para pemangku kepentingan.
Baca juga : MPR: Pemerataan Pendidikan Harus Menjadi Perhatian Serius
Mengingat, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, tantangan bangsa di masa depan membutuhkan SDM nasional yang tangguh dan berdaya saing.
Rerie, yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat, penguatan sektor PAUD yang menjadi bagian dari proses pembangunan SDM nasional, merupakan langkah strategis yang harus direalisasikan.
Karena, tegas Rerie, Indonesia membutuhkan anak bangsa yang tangguh dan berdaya saing untuk memenangi setiap persaingan di berbagai bidang pada era globalisasi yang sarat dengan perubahan. (Z-6)
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Komitmen negara untuk melindungi dan memenuhi hak setiap warganya, termasuk penyandang disabilitas, harus konsisten diwujudkan dengan dukungan semua pihak.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana sebagai wujud nilai Empat Pilar Kebangsaan dan solidaritas sosial masyarakat.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan peran strategis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dalam meningkatkan kualitas SDM.
Lestari Moerdijat: Nilai-Nilai Perjuangan RA Kartini Tetap Relevan hingga Saat Ini.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dorong distribusi guru kompeten dan insentif tepat di wilayah 3T untuk wujudkan pemerataan pendidikan nasional di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved