Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
JENAZAH peraih medali emas Asian Games tahun 1962, Lanny Gumulya Kartadinata, dikremasi di Rumah Duka Grand Heaven. Jakarta, Senin (4/3). Lanny tutup usia pada hari Kamis, 29 Februari 2024 pukul 21.04 WIB. Keputusan keluarga Lanny melakukan kremasi disebut sudah sesuai dengan keinginan peraih medali emas Asian Games tahun 1962 itu sejak lama.
"Mama pesan sebelum meninggal, tolong dikremasi saja dan abunya dijadikan satu sama papa dan langsung dilarung ke laut," ujar anak dari mendiang Lanny Gumulya, Melanie Kartadinata, Minggu (3/3).
Sebelum kepergiannya, Melanie sempat berencana untuk membuat buku biografi kedua. Buku pertama "Lanny Gumulya, Kisah Gadis Kolam yang Terbang Mengibarkan Sang Merah Putih" telah ditulis Melanie sebagai hadiah ulang tahun ke-78 ibunda pada 13 November 2022 silam. Buku biografi kedua, kata Melanie, tetap akan diluncurkan namun dengan sudut pandang cerita yang berbeda yakni tentang keseharian ibunda hingga kesaksian semasa hidupnya dari kacamata keluarga.
Baca juga : Legenda Loncat Indah Lanny Gumulya Berpulang Di Usia Ke-79
"Mama itu orangnya sederhana banget. Memang dia kan dari latar belakang orang sederhana juga dari Solo. Yang di otak dia adalah harumkan nama bangsa tanpa dapat uang, NKRI harga mati itu yang ditanamkan mama ke kita. Jadi kita cinta banget sama Indonesia karena mama," kenangnya.
Melanie juga menilai ibunda termasuk orang yang penuh semangat semasa hidupnya meskipun sudah menjadi mantan atlet. Lanny masih berdedikasi untuk mendukung penuh atlet-atlet muda, terutama di cabang renang khususnya loncat indah.
"Hidupnya tidak jauh-jauh dari GBK. Kalau ada undangan di GBK, renang atau apapun pasti dia datang dan selalu memberikan semangat kepada atlet-atlet muda terutama di cabang renang khususnya loncat indah. Kamu pasti bisa, kamu pasti bisa!," imbuhnya.
Baca juga : Sutradara Legendaris Hollywood Norman Jewison Tutup Usia pada Usia 97 Tahun
Pada kesempatan yang sama, anak mendiang Lanny Gumulya lainnya, Margareth Kartadinata, mengenang sosok ibunda yang selalu berjuang dan tidak pernah menyerah dalam segala situasi.
"Mama selalu berjuang, dia tidak pernah bilang tidak. Dan tidak malu untuk selalu coba lagi meskipun gagal sekalipun," paparnya.
Lanny Gumulya ialah peraih medali emas pada Asian Games IV 1962, di Gelora Bung Karno, Jakarta. Ia meraih medali terbaik itu pada cabang bidang olahraga akuatik loncat indah. Lanny juga yang kemudian dipercaya membawa obor pada pembukaan Asian Games ke-18 2018 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Hingga kini, ia masih tercatat sebagai peraih medali emas satu-satunya akuatik loncat indah dari Indonesia sejak Asian Games IV 1962 berlangsung.
Kini, Lanny Gumulya telah berpulang di usianya yang ke-80 tahun. Ketiga anaknya Melanie Kartadinata, Junitha Kartadinata, dan Margareth Kartadinata, membeberkan kronologi berpulangnya Lanny Gumulya. Saat itu, Lanny tengah berada di kamar mandi untuk membersihkan diri. Ketika hendak buang air besar (BAB) diketahui Lanny tidak sadarkan diri dan meninggal dunia. (Nov)
Legenda loncat indah Indonesia Lanny Gumulya Kartadinata berpulang di usai 79 tahun. L
Pascakesuksesan di SEA Games 2025, induk organisasi angkat besi tanah air kini membidik medali emas pada gelaran Asian Games 2026.
Tim panjat tebing Indonesia berpotensi membawa pulang empat medali melalui nomor speed putra-putri dan lead putra-putri di Asian Games 2026.
Perenang muda Indonesia Jason Donovan Yusuf menorehkan debut gemilang di SEA Games Thailand 2025. Ia sukses meraih dua medali emas.
Pemerintah meminta setiap cabang olahraga menyiapkan peta jalan menuju prestasi multievent internasional, termasuk Asian Games.
Perkembangan padel di Asia berlangsung sangat cepat dan mulai melahirkan generasi baru atlet serta penggemar.
KOMITE Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mendapat dukungan luas dari para presiden federasi internasional (IF) yang hadir dalam IF Forum di The Olympic Museum, Lausanne, Swiss
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved