Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ray Wagiu Basrowi menjelaskan waktu terbaik untuk anak-anak meminum susu adalah di malam hari agar dapat optimal untuk tumbuh kembang mereka.
Ia menyarankan agar susu dapat diminum dua atau tiga jam sebelum tidur supaya penyerapan gizinya terjadi dengan baik dan tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan si buah hati.
"Jadi memang sebaiknya susu itu diminum dua sampai tiga kali sehari, tapi untuk malam hari jangan menjelang tidur," kata Ray, dikutip Sabtu (2/3).
Baca juga : Tidak Semua Susu Sama, Empat Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pilih Susu Anak
Ia menyebut ada dua hal yang terjadi apabila susu diminum tepat sebelum tidur di malam hari. Pertama dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut dan kedua dapat berpengaruh pada fungsi pencernaan anak.
Dari sisi kesehatan gigi dan mulut, Ray mengatakan kebiasaan meminum susu tepat sebelum tidur di malam hari rupanya dapat menyebabkan gigi berlubang apalagi jika ditambah dengan kebiasaan menghisap dot.
Biasanya anak-anak setelah nyaman dengan posisi tidur dan menghisap dot, seringkali sulit dibangunkan untuk menyikat gigi di malam hari sehingga akhirnya anak tidak bisa membersihkan gigi dan mengalami gigi berlubang.
Baca juga : Cegah Stunting, Atasi Anemia pada Anak
Sementara, dari sisi fungsi pencernaan, memang idealnya anak-anak harus mengosongkan pencernaan dua jam sebelum tidur. Apabila susu diberikan tepat sebelum tidur di malam hari tentunya fungsi pencernaan itu menjadi terganggu.
"Kalau lambung masih penuh itu pasti gak akan bisa tidur ya, kembung terutama pada anak-anak, kalau lambung masih penuh itu ada potensi untuk regurgitasi, atau naik lagi makanannya (ke kerongkongan). Jadi sebaiknya lambung kosong dalam waktu dua jam sebelum tidur," katanya.
Selain dua alasan tersebut, alasan lainnya yang membuat susu baiknya tak diberikan tepat sebelum tidur agar tubuh anak masih bisa melakukan metabolisme sesuai fungsinya dan bisa membakar susu untuk menjadi energi tanpa menyimpannya sebagai kalori berlebih. (Ant/Z-1)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Psikolog UI Prof. Rose Mini dan Alva Paramitha menyarankan orangtua kreatif berikan alternatif kegiatan nyata untuk kurangi ketergantungan gawai anak.
Penggunaan gawai justru memutus kebutuhan stimulasi tersebut karena sifatnya yang searah. Anak cenderung hanya menjadi peniru pasif tanpa memahami makna di balik kata-kata yang didengar.
Jika orangtua melarang anak bermain ponsel namun mereka sendiri sibuk dengan perangkatnya, hal itu akan mengirimkan pesan yang bertentangan bagi anak.
Anak-anak adalah peniru ulung yang belajar dari apa yang mereka lihat sehari-hari.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
BPOM mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dan berdaya dengan selalu menerapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan.
Selain dari sinar matahari, asupan melalui minuman adalah cara praktis untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D Anda.
Temukan inspirasi resep minuman kekinian dengan susu yang viral dan mudah dibuat. Lengkap dengan tips bisnis, modal, dan variasi rasa untuk pemula.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved