Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyak masyarakat yang belum mengetahui pecegahan saraf terjepit padahal dampaknya merasa nyeri berkelanjutan dengan waktu yang lama. Salah satu faktor preventifnya adalah dengan olahraga.
Dokter Spesialis Tulang Belakang RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT(K)Spine, mengatakan pencegahan saraf terjepit pada prinsipnya menjaga kesehatan secara umum. Memperkuat otot-otot yang ada di sekitar tulang belakang, otot perut, otot yang ada di punggung. Karena kalau ototnya kuat, maka beban ke bantalan itu akan berkurang.
"Otot-otot yang ada di sekitar tulang belakang harus kuat. Caranya adalah olahraga. untuk memperkuat otot perut dan otot pinggang. Caranya kita melakukan yang namanya core exercise yang bisa dilakukan di mana saja seperti sit up, back up, plank, bicycle kick, dan sebagainya bisa ke tempat fitnes, yoga, pilates,: jelasnya.
"Jadi, banyak sekali hal-hal yang bisa dikerjakan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot tulang belakang dan otot perut," kata dr Asrafi saat ditemui di RS Premier Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (13/2).
Saraf terjepit bisa disebabkan dari banyak faktor mulai dari bantalan tulang belakang yang pecah menjepit saraf, kemudian bantalan tulang belakang yang menipis karena faktor usia yang membuat saraf terjepit, atau disebabkan karena penebalan ligamen antara tulang. Ligamen bisa menebal sehingga menjorok masuk ke dalam ruangan saraf.
Baca juga : Nyeri Menjalar Hingga ke Tungkai Bawah Bisa Jadi Gejala Saraf Kejepit
"Faktor satu lagi adalah kalau tulangnya bergeser menyebabkan saraf kejepit juga. Jadi pada prinsipnya, saraf kejepit itu adalah suatu keadaan di mana ruangan saraf itu tidak cukup untuk mengakomodasi saraf itu. Pada prinsipnya sebenarnya seperti itu," ujar dia.
Gejala saraf kejepit sangat khas sekali karena gejalanya harus nyerinya menjalar, dari bokong sampai ke kaki, atau dari leher sampai ke tangan, tergantung lokasinya.
Kalau jepitannya di leher maka nyerinya menjalar dari leher sampai ke lengan atau ke tangan. Tapi kalau misalkan jepitannya ada di pinggang, menjalarnya dari bokong sampai ke kaki.
Biasanya pasien mengeluhkan nyeri seperti ketarik. Kemudian yang dirasakan adalah kesemutan, kebas, rasa terbakar, atau bisa juga kram.
Adapun gejala tersebut tidak memiliki rentang waktu namun pada umumnya sakit itu dirasakan terus-menerus. Jika saraf terjepit karena bantalan tulang belakang yang pecah maka pasien merasakan nyeri bisa 24 jam, namun ketika saraf terjepit yang disebabkan karena penebalan ligamen maka terasa nyeri ketika berdiri dan berjalan saja.
Baca juga : RS Pondok Indah – Bintaro Jaya Tangani Pasien Cedera Akibat Olahraga
Penangananya maka orang yang harus diagnosis dulu untuk menentukan saraf kejepit. Pertama adalah mengobrol dengan pasiennya untuk eksplor gejalanya itu seperti apa. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik.
Pemeriksaan fisik salah satunya dilakukan uji sensasi saraf di kulitnya, kemudian bagaimana kekuatan ototnya, rentang gerak sendi, rentang gerak pinggang leher, dan pemeriksaan lainnya.
Kemudian pasien diminta rontgen untuk melihat kondisi tulang dan MRI untuk melihat jaringan lunak seperti otot, ligamen, bantalan tulang belakang, dan saraf. Dari MRI tersebut bisa ditentukan adanya saraf terjepit atau tidak.
Pada prinsipnya ketika ada orang mengalami saraf kejepit penanganannya itu ada dua sebenarnya secara umum non-operasi atau penanganan dengan operasi.
Ketika ada orang yang datang pertama kali ke rumah sakit maka penangananya biasanya dilakukan secara konservatif dulu dengan obat, fisioterapi. Kalau obat-obatan dan fisioterapi ternyata tidak membaik, baru dipertimbangkan untuk operasi.
"Operasinya ini sendiri ada dua sebenarnya operasi di tulang belakang itu secara umum. Pertama adalah operasi yang membebaskan jepitan saraf dan yang kedua adalah kombinasi antara dekompresi dan dilakukan fusi," ungkapnya.
Fusi adalah menyatukan dua ruas tulang belakang. Dekompresi dilakukan dengan cara prosedur endoskopi kemudian, sebagian dari tulang itu kita kikis dan jepitannya kita ambil. Kemudian tindakan fusi jika tulang ada yang bergeser dan bantalan tipis.
Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan, memiliki robot navigasi yang dinamakan Robbin (Robot Bintaro) yaitu Robotic Spine Surgery yang berperan untuk membantu operasi ketika melakukan fusi sehingga sayatannya kecil. Robot tersebut di Asia Tenggara hanya ada di Indonesia. (Iam/S-4)
Whip Pink mengandung nitrous oxide yang berbahaya jika disalahgunakan. Prof. Tjandra mengingatkan risiko gangguan saraf, psikiatri, hingga komplikasi serius.
Penyalahgunaan Whip Pink atau nitrous oxide meningkat global. Prof Tjandra Yoga Aditama ingatkan risiko gangguan saraf, mental, hingga komplikasi serius.
Kesemutan bisa normal, tapi bila sering atau menetap dapat menandakan gangguan saraf. Kenali penyebab, tanda bahaya, dan cara mengatasinya.
Toxoplasma gondii adalah parasit tersembunyi yang dapat merusak otak manusia dan mengganggu fungsi saraf. Pelajari gejala, dampak neurologis, dan cara pencegahannya di sini.
Restless Legs Syndrome (RLS) adalah gangguan saraf yang menyebabkan rasa tidak nyaman di kaki, sering kali saat beristirahat.
Berikut 5 gejala awal gangguan saraf yang perlu diwaspadai.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Penelitian University of Leeds terhadap 1.832 pasien menunjukkan bahwa kenyamanan selama perawatan memiliki korelasi positif terhadap proses pemulihan pasien.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved