Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan lembaga filantropi Mesir, Mishr Al-Kheir, kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Senin (19/2) waktu Mesir, sebanyak 14 truk kontainer diberangkatkan menuju Palestina melalui Pintu Rafah, Mesir.
Tim kemanusiaan yang dipimpin Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum turut melepas bantuan kemanusiaan BAZNAS yang berasal dari masyarakat Indonesia tersebut di Gudang Mishr Al-Kheir, New Cairo, Mesir. Hadir dalam acara pelepasan bantuan ini diantaranya, Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan Baznas RI Bidang Koordinasi Nasional KH Achmad Sudrajat, Kepala Divisi Promosi Baznas RI Budi Margonoserta Direktur Utama Komunikasi Mishr Al Kheir, Dr Thariq Hasan Muhammad.
"Bantuan yang dikirim hari ini merupakan aksi nyata masyarakat Indonesia dalam membantu Palestina setelah sebelumnya Baznas mengirimkan bantuan sebanyak 16 truk kontainer, khusus yang bekerja sama dengan Mishr Al-Kheir pada akhir Desember 2023,” kata Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum dalam keterangannya, Selasa (20/2).
Baca juga : 60 Ton Bantuan Kemanusiaan Baznas untuk Palestina Tiba Mesir
Mo Mahdum mengatakan, bantuan yang dikirimkan berupa kushari (makanan khas Mesir), biskuit, dan bahan-bahan makanan lainnya. "Kami akan terus mengirimkan bantuan-bantuan lainnya ke Palestina. Saat ini Baznas RI telah menjalin kerja sama dengan tiga lembaga filantropi terkemuka di Mesir, dan dalam waktu dekat juga akan menjalin kerja sama dengan Sunnatul Hayah dan Food Bank," tambahnya.
Menurutnya, kerja sama yang dilakukan dengan lembaga-lembaga filantropi di Mesir bertujuan untuk memudahkan penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina, juga agar bantuan tersebut dapat disalurkan secara efektif dan efisien.
"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Adapun dana bantuan ini berasal dari masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui Baznas Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota, serta mitra perusahaan, LAZ, UPZ, dan mitra platform digital," katanya.
Baca juga : Gandeng TNI AL, Baznas Kembali Kirim Bantuan untuk Palestina
Sementara itu, Direktur Utama Komunikasi Mishr Al-Kheir, Dr Thariq Hasan Muhammad menyampaikan, bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia melalui Baznas sangat berarti bagi masyarakat Palestina. Ia mengatakan, bentuk kerja sama antara Mishr Al-Kheir dan Baznas yang sangat diprioritaskan saat ini adalah penyaluran bantuan ke Palestina berupa bahan-bahan makanan, kesehatan, dan hal-hal yang bersifat darurat.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo Mesir, Baznas Indonesia, lembaga-lembaga filantropi asal Indonesia lainnya, dan secara umumnya kepada masyarakat Indonesia," katanya. (RO/R-2)
Dukungan masyarakat Indonesia sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup warga Gaza yang hingga kini masih menghadapi situasi darurat.
Pesawat tersebut berangkat dari King Abdullah II Air Base, Amman, Yordania pukul 10.37 waktu setempat untuk melaksanakan misi air drop di jalur Gaza.
Bantuan ini, sambung Rizky, bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog.
Sebanyak 127 orang di Gaza telah meninggal karena penyebab terkait malnutrisi, dengan satu dari tiga orang tidak makan selama beberapa hari, menurut PBB.
Senator Angus King menolak bantuan tambahan untuk Israel karena krisis kelaparan anak di Gaza.
Pesawat militer Yordania dan Uni Emirat Arab menjatuhkan bantuan makanan ke Gaza pada Minggu (27/7), bertepatan dengan dimulainya jeda terbatas oleh militer Israel
Anak-anak Palestina di Jalur Gaza akan kehilangan akses pendidikannya selama tiga tahun beruntun akibat blokade dan agresi Zionis Israel yang hingga kini masih terjadi.
Israel menghancurkan lebih dari 1.500 rumah di lingkungan Al Zeitoun, Kota Gaza, Palestina, sejak melancarkan operasi darat awal bulan ini.
Tidak ada lagi bangunan yang tersisa di bagian selatan wilayah tersebut setelah Israel menyetujui rencana pendudukan Gaza pada awal bulan ini.
ISRAEL menghadapi gelombang kecaman internasional setelah serangkaian serangan di Rumah Sakit Nasser, Khan Younis, Gaza selatan, pada Senin (25/8).
Hingga kini, serangan militer Israel di Gaza masih berlangsung di tengah kebuntuan negosiasi gencatan senjata dan pembebasan sandera.
AS menjadi satu-satunya anggota Dewan Keamanan PBB yang menolak mengakui bencana kelaparan di Jalur Gaza, Palestina, merupakan krisis yang disebabkan ulah manusia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved