Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ALAT peraga kampanye (APK) seperti baliho yang menjadi sampah visual selama masa kampanye pemilu beberapa waktu terakhir turut memberikan dampak negatif pada lingkungan. Baliho tersebut berpotensi menciptakan timbulan sampah yang akan mencemari lingkungan.
Dikatakan oleh Pengampanye Urban Greenpeace Muharram Atha Rasyadi, praktik pemasangan APK pada masa pemilu perlu menjadi perhatian serius bagi Komisi Pemilihan Umum.
"Padahal jika merujuk pada peraturan yang dikeluarkan KPU, pemasangan APK tidak boleh mengganggu etika serta estetika apalagi melanggar kepentingan umum seperti menghalangi trotoar tempat orang berlalu lalang. Selain itu, diharapkan bahwa APK-APK ini terbuat dari bahan yang dapat didaur ulang tetapi sayangnya hal tersebut belum terjadi," kata Atha saat dihubungi, Rabu (14/2).
Baca juga : Menteri LHK Ingatkan Pengelolaan Sampah Alat Peraga Kampanye dan Kegiatan Pemilu 2024
Bahkan, lanjut Atha, digitalisasi yang sering kali menjadi gagasan sayangnya belum ditunjukkan dengan baik sebagai strategi utama berkampanye. Akibatnya, kampanye masih bergantung pada cara-cara yang lebih konvensional seperti maraknya pemasangan APK.
"Fenomena ini tentu menambah permasalahan sampah plastik kita di dalam negeri. Belum lagi pada debat cawapres terakhir kemarin. Masalah sampah plastik tidak menjadi pembahasan sehingga publik sulit menilai sejauh apa komitmen setiap pasangan calon dalam menyelesaikan krisis yang sudah di depan mata," pungkas Atha.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan ada potensi peningkatan sampah di masa pemilihan umum 2024. Direktur Pengelolaan Sampah KLHK Novrizal Tahar mengungkapkan dengan 30 ribu peserta calon legislatif serta pemilu presiden, dapat dperkirakan jumlah atau volume sampah yang ditimbulkan akibat kegiatan pemilu 2024.
Baca juga : Letkol Slamet Riyadi Merasa Difitnah karena Muncul Spanduk Kampanye Dirinya dan Prabowo-Gibran
Volume sampah yang dihasilkan, paling minimal 784 ribu m3 atau 392 ribu ton. "Hal ini bisa dibayangkan magnitudenya, karena hampir semua dari sampah yang dihasilkan berupa sampah plastik," kata Novrizal.
Novrizal mengaku selama ini sampah-sampah yang timbul akibat kegiatan pemilu (misalnya APK) belum ditangani secara khusus dan penanganannya dilakukan secara bussiness as usual dengan mengumpulkan dan membawa ke TPA untuk diproses (ditimbun). Adapun, pada pemilu tahun ini, KLHK mengeluarkan terobosan kebijakan melalui Surat Edaran (SE) Menteri LHK Nomor 3 tahun 2024.
"Pada prinsipnya sampah-sampah yang timbul akibat kegiatan Pemilu, khususnya APK (alat peraga kampanye), diupayakan secara maksimal dapat diolah (menjadi bahan baku daur ulang), sehingga seminimal mungkin ditimbun pada landfill system (TPA)," beber dia. (Z-2)
Abraham Shield merupakan sebuah rencana politik-keamanan yang digagas Coalition for Regional Security, kelompok pro-Israel yang menyoroti dinamika keamanan di Timur Tengah.
SEBUAH baliho raksasa milik organisasi Abraham Shield di Israel menjadi perhatian publik Indonesia setelah menampilkan foto Presiden RI Prabowo Subianto bersama sejumlah pemimpin dunia
Baliho yang viral bukan bagian dari kebijakan resmi pemerintah mana pun.
Posisi Indonesia sangat clear bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel mengakui negara Palestina.
Baliho tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena disebut-sebut sebagai bagian dari dukungan terhadap Proposal 21 Poin pascaserangan Israel di Jalur Gaza.
PENERTIBAN baliho dan papan reklame ilegal yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam di sejumlah titik utama kota mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved