Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMPLEK Masjidil Aqsa menjadi saksi dari perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Kompleks ini terletak di kota tua Yerusalem yang diduduki Israel, dan menjadi tempat yang disucikan oleh tiga agama, yakni Yahudi, Kristen, dan Islam.
Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa adalah kiblat pertama dan masjid suci ketiga terbesar setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.
Umat Kristen meyakini bahwa di tempat itu Yesus disalib dan dibangkitkan. Sedangkan, umat Yahudi menganggap Kota Tua Yerusalem sebagai tempat paling suci karena di situ kerajaan Israel dan kuil-kuil Yahudi dibangun.
Baca juga : Nabi Musa Menangis Sedih Bertemu Nabi Muhammad saat Isra Mikraj
1. Kubah Batu (Dome of Rock/Qubbatu Shakhrakh) yang berkubah emas
2. Masjid Marwani
3. Masjid Buraq
4. Masjid Qibli atau lebih dikenal sebagai Masjid Al-Aqsa karena paling dekat dengan kiblat di Ka’bah, Mekah.

Masjid Qibli atau Masjid Al-Aqsa. (AFP/Ahmad Gharabli)
Baca juga : 11 Golongan yang Ditemui Nabi Muhammad saat Isra Mikraj

Dome of The Rock atau Kubah Shakhrah menyimpan batu yang diyakini sebagai tempat singgah Nabi Muhammad SAW sebelum naik ke langit ketika Isra Mikraj, (AFP/Ahmad Gharabli)
Kubah di Dome of Rock dibangun Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Umayyah. Kubah ini disebut sebagai kubah pertama yang dibangun di dunia Islam, seperti dikutip dari laman NU Online.
Mulanya, kubah Dome of Rock merupakan kayu yang dilapisi kuningan atau keramik. Namun, kemudian pada kekuasaan Turki Utsmani kubahnya diperbaiki dan bagian bawah dilapisi marmer sebagaimana yang tertera dalam buku Jerusalem: Satu Kota Tiga Iman.
Baca juga : Kapan Isra Mikraj 2024? Berikut Tanggal dan Hari Liburnya
Di dalam Dome of Rock, ada batu yang diyakini sebagai tempat singgah Nabi Muhammad sebelum naik ke langit ketika Isra Mi’raj.
Pada saat Romawi menguasai wilayah Yerusalem, kompleks Masjidil Aqsa pernah dijadikan sebagai tempat sampah.
Lalu, setelah Amirul Mukminin Umar bin Khattab berhasil mengalahkan Romawi dan menaklukkan Yerusalem, Masjidil Aqsa yang penuh sampah itu dibersihkan kembali.
Sejarah Yerusalem adalah sejarah penaklukkan. Umat Yahudi, Kristen, dan Islam ‘saling perang’ untuk memperebutkan tanah suci Yerusalem, hingga hari ini.
Baca juga : 5 Hikmah dari Peristiwa Isra Mikraj bagi Kaum Muslim
Beberapa kali Masjidil Aqsa hancur karena invasi dan peperangan, meski akhirnya dibangun kembali.
Masjidil Aqsa juga hancur karena bencana. Misalnya, pada abad ke-7 Masjid al-Aqsa hancur karena gempa bumi terjadi di wilayah Yerusalem.
Begitu pun pada saat pendudukan Israel pada 1967, kerusakan kompleks Masjidil Aqsa tak bisa terhindarkan.
Baca juga : Isra Mi'raj Adalah: Kisah, Ayat Al-Qur'an, dan Hikmah
Yang tidak kalah sengit adalah apa yang dilakukan oleh seorang turis daari Australia Denis Michael Rohan. Ia membakar dengan sengaja Masjid Qibla dan mimbar Nuruddin Zanki pada 1969.
Dua hari setelah pembakaran, Rohan ditahan pihak berwenang dan dianggap mengalami gangguan mental yang serius sebagaimana yang dilaporkan kantor berita Anadolu.
Kitab Ihya adalah salah satu kitab paling terkenal dan berpengaruh dalam literatur Islam. Untuk sementara waktu, Imam Al-Ghazali pernah tinggal di Masjidil Aqsa dan menulis kitab Ihya Ulumuddin.
Baca juga : Pemukim Israel Masuki Kompleks Masjid Al-Aqsa, Lakukan Ritual Talmud
Sebuah bangunan di Masjidil Aqsa ditandai sebagai lokasi kamar dimana al-Ghazali melahirkan magnum opus-nya itu.
Masjidil Aqsa memiliki perpustakaan yang mencakup berbagai peristiwa bersejarah penting Palestina di awal abad ke-20. Perpustakaan Al-Aqsa didirikan Dewan Legislatif Muslim Tertinggi pada tahun 1923 silam.
Perpustakaan ini menyimpan berbagai koleksi manuskrip berharga dan karya yang diterbitkan dalam studi Islam dan Arab.
Baca juga : Palestina Masih Membara, Ini Rangkuman Peristiwa Kekerasan Selama Sepekan
Pada 1969 Masjidil Aqsa terbakar, dalam insiden tersebut, Mimbar Nurudin Zanki atau yang lebih dikenal dengan mimbar Shalahuddin ikut terbakar. Lalu, Raja Yordania Abdullah bin Husein II memprakarsai pembuatan replika mimbar masjid tersebut.
Berdasarkan laporan Adara Relief International, lembaga swadaya masyarakat yang memiliki perhatian pada urusan Palestina, tiga dari lima orang yang ditugaskan untuk membuat mimbar Masjidil Aqsa tersebut berasal dari Jepara Indonesia.
Al-Quds merupakan nama Arab dari kota Yerusalem. Di wilayah ini lah Masjidil Aqsa berdiri dan Gunung Moria berada.
Baca juga : Pemukim Israel Paksa Masuk Masjid Al-Aqsa, Dikawal Tentara
Salah seorang Wali Songo, Syekh Ja’far Shodiq atau Sunan Kudus ‘terinspirasi’ dengan nama-nama yang ada di Yerusalem tersebut. Lalu kemudian, ia ‘membangun’ sebuah kota di Jawa Tengah dan menamainya Kudus.
Nama masjid yang dibangunnya pun sama dengan yang ada di Yerusalem, yaitu Masjid al-Aqsa. Begitu pun jika di Yerusalem ada Gunung Moria, maka di Kudus juga ada Gunung Muria.(Z-4)
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Pasukan Israel serang jemaah salat Idulfitri dengan gas air mata di luar Masjid Al-Aqsa. Penutupan masjid selama 21 hari dikecam sebagai pelanggaran hak beribadah.
PENUTUPAN Masjid Al-Aqsa pada 10 hari terakhir Ramadan 1447 H menuai kecaman dari para pegiat kemerdekaan Palestina, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Serangan rudal menghantam wilayah Israel, terutama di sekitar Kota Tua Yerusalem. Beberapa puing jatuh di dekat Masjid Al-Aqsa dan kawasan permukiman Yahudi, Gereja Makam Kudus juga terdampak sebagian.
Pasukan Israel ubah Kota Tua Jerusalem jadi barak militer. Akses Al-Aqsa ditutup 16 hari, jemaah terpaksa salat Tarawih di jalanan. Simak laporan lengkapnya.
Otoritas Israel tutup Masjid Al-Aqsa selama 16 hari berturut-turut di akhir Ramadan 2026. Pertama kali dalam sejarah sejak 1967, salat Tarawih dilarang.
Dilaporkan The Guardian, ratusan warga Palestina terlihat melaksanakan salat di sekitar Kota Tua pada Jumat (20/3) pagi eaktu setempat, setelah polisi Israel menutup akses
Ledakan keras terdengar di Yerusalem pada Kamis (12/3/2026). Iran klaim serang pangkalan Palmachim, Ovda, dan markas Shin Bet dengan rudal dan drone.
Geja-gereja utama di Bethlehem, Yerusalem kembali menerima peziarah. Perayaan Natal juga berlangsung lagi setelah dua tahun absen sebagai bentuk solidaritas pada warga Gaza.
Arkeolog Yerusalem menemukan koin emas bergambarkan potret Ratu Mesir, Berenice II.
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) melaporkan 15 orang terluka, tujuh di antaranya dalam kondisi serius.
Pawai memperingati perebutan Yerusalem Timur oleh Israel dalam Perang 1967.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved