Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menggelar Mujahadah Awal Tahun 2024 sebagai bagian menyebarkan syiar dakwah zakat yang memberikan manfaat serta menyambut tahun baru demi memaksimalkan potensi zakat.
Acara di Gedung Baznas RI, Jakarta, Jumat (5/1) itu dihadiri antaraain, Ketua Baznas RI, KH. Noor Achmad, Wakil Ketua Baznas Mokhamad Mahdum, Pimpinan Baznas KH Achmad Sudrajat, perwakilan Baznas kabupatan/kota, serta amilin/amilat Baznas RI.
Dalam sambutannya secara daring, Ketua Baznas menyebut zakat dapat memberi beberapa kenikmatan sekaligus yakni ketenteraman dan kebahagiaan, baik itu untuk muzaki dan mustahik. "Kekuatan ini kalau kita lakukan sungguh-sungguh InsyaAllah ini akan menjadi tugas yang sempurna sebagai amil zakat di Baznas. Kita menciptakan kebahagiaan bagi mustahik, tetapi juga menciptakan ketenteraman bagi muzaki," kata Kiai Noor.
Ketua Basnaz juga mengimbau seluruh amil Baznas untuk berterima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan untuk bisa melaksanakan tugas sebagai amil, sebagai penyambung kebaikan muzaki kepada mustahik.
"Inilah arti nikmatnya berzakat di mana ada suatu kenikmatan lahir batin untuk diri kita untuk orang lain dan sekaligus ekspresi nikmatnya bezakat bagi muzaki adalah ketenteraman. Ekspresi nikmatnya berzakat bagi mustahik adalah kebahagiaan bagi mereka," kata Noor.
Sementara itu Pimpinan Baznas RI, KH Achmad Sudrajat mengatakan mujahadah dapat meningkatkan hubungan manusia dengan Allah. "Usaha sungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadah, memperdalam pengetahuan agama, dan meningkatkan ketakwaan merupakan bentuk mujahadah yang dapat membawa kebahagiaan dan kedamaian spiritual," katanya.
Ia juga terus mendorong para amil/amilat untuk terus mensyiarkan kebaikan zakat kepada masyarakat. "Semoga niat baik kita senantiasa diberi kelancaran oleh Allah SWT," pungkasnya. (RO/R-2)
Dana sosial keagamaan tidak hanya terbatas pada zakat, infak, sedekah, dan wakaf, tetapi juga mencakup sumber-sumber lainnya.
Penyerahan bantuan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Semarang terhadap para penyintas bencana banjir di Sumatra dan Aceh yang dititipkan melalui Baznas RI.
Baznas memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 dengan menggelar tasyakuran dan doa bersama, bertema “Zakat Menguatkan Indonesia.
Kantor Digital tidak hanya bermanfaat bagi para muzaki, tetapi juga bagi mustahik.
Tidak lagi sekadar respons darurat yang bersifat sementara, zakat diarahkan menjadi pilar sistem perlindungan sosial umat yang bekerja secara lintas fase.
Negara ingin memastikan bahwa pemegang izin pengelolaan zakat adalah lembaga yang benar-benar bekerja, bukan sekadar entitas di atas kertas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved