Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
CEGAH pola pengasuhan tidak layak terhadap anak usia dini demi membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang sehat dan berdaya saing di masa depan.
"Upaya membangun SDM nasional yang berdaya saing harus dimulai sejak usia dini melalui penanaman nilai, perilaku dengan pola asuh yang baik mulai di lingkungan keluarga," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat keterangan tertulisnya, Kamis (9/11).
Berdasarkan catatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan angka perkawinan anak masih terbilang tinggi pada angka 8% dan 3,73% bayi di bawah lima tahun (balita) masih mendapatkan pengasuhan tidak layak. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 mencatat persentase balita stunting nasional ialah 21,6%.
Baca juga: Perjuangan Ratu Kalinyamat Harus Jadi Inspirasi Kebangkitan Perempuan Indonesia
Menurut Lestari, mewujudkan pola pengasuhan yang layak sejak usia dini merupakan langkah strategis bagi keberlangsungan pembangunan SDM nasional. Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat keluarga sebagai bagian terkecil dari komunitas di masyarakat harus mendapatkan perhatian lebih pada setiap program yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.
Di era disrupsi saat ini, menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR, membutuhkan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni sebagai pembelajar untuk menyikapi berbagai perubahan yang terjadi. Rerie sangat berharap bangsa Indonesia mampu mempersiapkan diri sebaik-baiknya dari sisi kualitas SDM dan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang berkelanjutan dalam upaya memperkokoh fondasi dalam proses pembangunan nasional.
Baca juga: Proses Pembelajaran Harus Didasari Kebutuhan Peserta Didik
Untuk mewujudkan hal tersebut, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, para pemangku kepentingan dan masyarakat harus bahu membahu untuk bergerak bersama mewujudkan proses pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia yang lebih baik. (Z-2)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mendorong peningkatan literasi masyarakat sebagai fondasi menghadapi tantangan berbangsa. Pentingnya berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan opsi pembelajaran daring untuk penghematan BBM harus dipersiapkan matang, termasuk kesiapan SDM.
POSKO Mudik Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Jawa Tengah (Jateng) layani pemudik tetap bugar menuju kampung halaman di momen libur Lebaran 2026.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebinekaan harus menjadi kekuatan bangsa di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved