Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMAJUAN teknologi digital membuat informasi dan pengetahuan menjadi sangat canggih. Namun ironisnya, kemajuan teknologi digital tidak hanya berdampak positif bagi kehidupan umat manusia, tapi juga ekses negatif. Contohnya, banyak negara di dunia yang kondisinya saat ini hancur lebur hanya karena penduduknya tidak mampu memfiltrasi informasi secara kritis dan bijak, tak terkecuali Indonesia.
Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, menjelaskan bahwa dalam momen Sumpah Pemuda yang baru saja diperingati, bangsa Indonesia perlu belajar dari berbagai negara yang sama-sama menghadapi tantangan di dunia digital.
"Banyak negara yang kemudian mengalami kekacauan, karena masyarakatnya tidak bisa menyaring konten hoaks yang datang, lalu ikut menyebarkan dan memercayainya sebagai sebuah kebenaran. Dampaknya kemudian melahirkan polarisasi yang kuat bahkan akhirnya menuju pada dehumanisasi yang menjelekkan hingga menjatuhkan orang lain," ujar Septiaji dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/11).
Menurutnya, isu-isu semacam itu sangat mudah untuk dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu, apalagi menjelang pemilihan umum 2024. Maka dari itu, anak-anak muda harus mau berkomitmen untuk menjadi agen dan duta perdamaian. Mereka perlu mulai dari sekarang menentukan sikap tentang peran apa yang akan mereka ambil dalam mengusung perdamaian dan anti-hoaks.
Ia menambahkan bahwa banyak cara untuk menjadi agen perdamaian. Misalnya dengan menjadi kreator konten yang menyajikan narasi-narasi kebangsaan, kepercayaan, atau pun persaudaraan, dengan cara-cara yang asik. Para pemuda bisa turut serta membumikan konten positif dengan mengunggahnya di berbagai media sosial seperti TikTok dan Instagram. Mereka juga bisa ambil bagian dalam menyosialisasikan penggunaan media sosial secara langsung terhadap masyarakat sekitarnya.
Alumnus dari Technische Universitaet Muenchen ini menambahkan bahwa pendekatan anti hoax yang dilakukan anak muda terhadap masyarakat bisa dilakukan di banyak kesempatan. Banyak acara keagamaan seperti pengajian, sekolah minggu atau di kesempatan lain yang banyak orang hadir, para agen perdamaian bisa menularkan pengetahuan mereka tentang indahnya toleransi.
"Ada banyak sekali momen ataupun kegiatan yang sebenarnya perlu kita datangi untuk mensosialisasikan ini. Bisa juga dengan cara bergabung menjadi relawan dari beberapa organisasi yang secara konsisten menyuarakan tentang bahayanya sebaran kebohongan dan kebencian, serta pentingnya berpikir kritis," jelasnya.
Baca juga: Jelang Hari Pahlawan, Ini Kata-Kata bijak dari Tokoh Kemerdekaan
Septiaji mengungkapkan bahwa harus diakui konflik Palestina-Israel adalah suatu kekejian yang sangat luar biasa. Imbas lainnya juga terjadi berbagai tekanan terhadap masyarakat yang menjadi kelompok minoritas di negara lain sebagai aksi solidaritas terhadap Palestina dan balasan terhadap Israel.
"Tapi seringkali hal semacam ini dibumbui dengan narasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kelompok radikal dan intoleran mengemas ini menjadi konten-konten yang dibuat untuk mengiring masyarakat, bahwa kamu harus memilih dan mendukung mereka."
"Jika tidak begitu, berarti kamu sama saja tidak berempati kepada umatmu dan agamamu. Hal-hal yang dapat membakar emosi semacam ini lalu didukung dengan teknologi digital sekarang yang sudah semakin canggih, membuat kemampuan melakukan persuasi serta mengiring emosi orang banyak, menjadikan dampaknya lebih kompleks dari sebelumnya," tutur Septiaji.
Untuk itu, ia mengingatkan, kalau masyarakat, khususnya generasi muda, tidak punya ketahanan dan pengalaman menghadapi konten kebohongan dan kebencian semacam itu, sangat mungkin akan larut dan termakan konten-konten tersebut. Dikhawatirkan dengan kondisi itu seseorang juga ikut menjadi bagian dari masalah.
"Potensi risiko yang seperti ini sangat mungkin terjadi di era digital, dan biasanya terakumulasi antara hoaks yang berkembang dan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah yang semakin menurun," tukasnya.
Selain itu, lanjut Septiaji, penggiringan isu negatif yang sedang trending biasanya juga dipoles dengan politik identitas, untuk mengiring banyak orang ke suatu arah tertentu. Sasarannya adalah mereka yang sebenarnya peduli, tetapi karena mereka tidak memiliki pengetahuan atau ilmu yang komprehensif, akhirnya rasa kepedulian banyak orang bisa dibelokkan menjadi suatu aksi yang tidak produktif.
Dia pun berpesan agar generasi muda tidak menjadi seperti katak dalam tempurung, menganggap dirinya tahu segalanya, tapi sebenarnya memiliki pemahaman yang sempit karena tidak pernah mempertimbangkan perspektif dari selain yang ia yakini.
"Orang atau kelompok yang selalu merasa benar sendiri akan cenderung membentuk pemikirannya menjadi sempit atau seperti katak dalam tempurung. Dari sinilah biasanya isu-isu radikalisme akan mudah sekali ditanamkan kepada orang yang demikian dan mereka memiliki tendensi menolak pemikiran yang berbeda dengannya," tandasnya. (RO/I-1)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
UU ITE 2024 tidak menghapus sanksi pidana bagi penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Regulasi baru justru memperjelas batasan jenis kebohongan digital
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya selidiki laporan Partai Demokrat terkait hoaks yang menyeret SBY. Empat akun medsos dipolisikan atas fitnah korupsi dan status tersangka.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya hoaks cuaca di puncak musim hujan Desember-Februari, termasuk isu Squall Line.
BMKG memastikan kabar ancaman Squall Line dan badai ekstrem 31 Desember 2025–1 Januari 2026 adalah hoaks. Tidak ada peringatan resmi dikeluarkan.
Sebuah video palsu berdurasi 12 detik yang mengeklaim sebagai rekaman sel Jeffrey Epstein sebelum tewas muncul di situs pemerintah.
Dia menjelaskan bahwa dorongan untuk memperluas literasi digital ini dipicu oleh tingginya tingkat akses internet di Batam yang telah mencapai 89 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved