Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
CITA-CITA bangsa Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045 tertuang dalam Visi Indonesia Emas 2045. Tepat tahun itu, Indonesia yang akan mencapai usia kemerdekaan ke-100 tahun itu diproyeksikan menuai bonus demografi dengan didominasi oleh penduduk berusia produktif.
Visi tersebut diyakini dapat dicapai secara nyata dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peran pendidikan perguruan tinggi agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi secara merata.
Meski berkuliah tidak menjamin kesuksesan seseorang, akan tetapi sejumlah data menunjukkan bahwa belajar di perguruan tinggi membuka peluang ekonomi dan sosial yang lebih baik di masa depan. Lulusan perguruan tinggi diyakini dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Baca juga: Peminat Beasiswa OSC Media Group di Universitas Ciputra Membludak
CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib mengatakan, mayoritas penduduk berusia produktif itu menjadi modal kuat mewujudkan Indonesia emas yang akan diisi oleh generasi muda saat ini. Guna memaksimalkan potensi itu, dibutuhkan penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan.
“Pendidikan karakter menjadi kunci dalam membangun kualitas SDM. Ketika semua hal bisa digantikan oleh Artificial Intelligence (AI), hanya karakter yang tidak bisa tergantikan. Maka penting membangun jati diri, mentalitas, integritas, etos, dan budi pekerti sehingga lahir SDM yang berdaya saing,” katanya dalam acara Roadshow Beasiswa OSC di Universitas Trisakti Jakarta pada Selasa (31/10).
Baca juga: Itenas Bidik Calon Mahasiswa Berprestasi Lewat OSC Medcom
Menurut Mirdal, dalam pendidikan karakter, sangat penting menekankan kesadaran atas kemandirian, tujuan, cita-cita yang jelas dan rasa kebangsaan yang tinggi bagi anak muda. Baginya, mentalitas dan karakter menjadi faktor penentu dalam mencapai kemajuan bangsa.
“Harus mempunyai tujuan yang jelas dan besar. Cita-citanya bukan lagi mau menjadi apa, tapi apa karya yang mau dihasilkan, apa prestasi yang mau diberikan untuk bangsa. Dan di masa perkuliahan lah pembentukan karakter itu akan lebih dibangun,” imbuhnya.
Sementara itu, pemimpin Redaksi Medcom.id, Indra Maulana, mengatakan bahwa langkah pemberian beasiswa menjadi salah satu upaya menghadirkan generasi unggul untuk Indonesia Emas 2045 guna melompat maju ke masa depan.
“Pada Indonesia emas 2045 akan terjadi sebuah bonus demografi, tentu bisa dikatakan menjadi bonus jika anak muda berusia produktif itu memiliki kualitas pendidikan yang bagus, tapi jika tidak justru akan menjadi bencana demografi,” jelasnya.
Indra menjelaskan bahwa salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan anak muda saat ini guna mencapai Indonesia Emas 2045 adalah dengan memberikan dana bantuan belajar berupa beasiswa supaya bisa memantik semangat bagi semua lulusan SMA/K dan sederajat untuk mengenyam bangku kuliah.
“Sebagai wujud dan komitmen kita terutama sebagai media, kami membuat program beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) untuk membangun manusia dan hal itu bisa diwujudkan lewat pendidikan,” tutur dia.
Universitas Trisakti merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah bekerjasama dengan OSC sejak 2015. Kerjasama yang menginjak tahun ke-8 ini telah melahirkan banyak lulusan berkualitas. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor, Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes pada acara roadshow OSC di ruang Auditorium Universitas Trisakti.
“Kita punya 160 awardee, setiap tahun kita dapat 20 kuota beasiswa untuk mahasiswa baru. Kami juga mendapatkan mahasiswa dari beasiswa OSC yang berprestasi, lulus tepat waktu dan sangat perform. Diharapkan anak-anak muda bisa menjadi penerus bangsa yang berkualitas sesuai dengan cita-cita Indonesia Emas 2024,” ungkapnya.
Tri mengatakan bahwa mahasiswa dan lulusan dengan beasiswa OSC memiliki tanggung jawab yang besar untuk belajar lebih giat dan mencetak prestasi. Hal itu yang selalu mampu diperlihatkan oleh para awardee sehingga membanggakan kampus.
“Mereka punya tanggung jawab karena itu tidak mudah bisa bisa lolos kompetisi beasiswa ini. Mereka adalah orang-orang terpilih yang mampu melewati berbagai tahap seleksi, anak-anak yang unggul, jadi program OSC ini sangat bagus sekali untuk membantu mencetak SDM yang berkualitas,” tuturnya. (Dev/Z-7)
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
ALFI CONVEX 2025, konferensi dan pameran logistik terbesar di Indonesia, resmi dibuka hari ini di ICE BSD, Tangerang.
Wakil Menteri Desa PDTT Ahmad Riza Patria yang turut hadir menilai tema kongres relevan dengan semangat penguasaan teknologi dan sains.
BADAN Gizi Nasional (BGN) melaksanakan Pelatihan Petugas Penjamah Pangan pada Dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk mitigasi mencegah keracunan makanan MBG
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Potensi bonus demografi 2045 terancam gagal total jika usia produktifnya lumpuh akibat utang dan mentalitas instan.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Jika bonus demografi ini bisa dikapitalisasi dengan benar, negara akan bisa melakukan saving dan reinvestasi setiap tahun.
Saat bonus demografi, terjadi surplus usia produktif yang sangat tinggi. Angkanya rata-rata 70% dari keseluruhan jumlah penduduk usia produktif.
Meski tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 4,7%, jumlah absolut pengangguran justru meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved