Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN kalangan terdidik khususnya Doktor Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan potensi besar yang mesti dikelola dengan baik dalam memajukan jenjang pendidikan di Tanah Air.
Lebih dari itu, saat ini terdapat ratusan Doktor PAUD, lulusan dalam negeri, termasuk luar negeri yang dikirim belajar ke mancanegara seperti Australia, Amerika, Eropa, dan lain sebagainya.
"Saya kira ini merupakan potensi besar, karena perhatian keluarga, perhatian pemerintah dan tingkat internasional terhadap pendidikan anak usia dini sebagai pondasi semakin besar, tentu ini harus di dampingi para ahlinya, para pembuat kebijakan, evaluasi program yang sudah ada harus ada ahlinya, jadi mereka tumpuan kita," papar pakar PAUD, Fasli Jalal, usai menutup Musyawarah Besar II Ikatan Doktor PAUD Indonesia (Ikad PAUDI) di Hotel Naraya Kampus Universitas Negeri Jakarta.
Fasli berharap keberadaan ratusan Doktor PAUD makin efektif dalam mencetak anak-anak Indonesia menjadi anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.
"Nah, sinergi dan kolaborasi Ikad PAUDI bersama kementerian khususnya Kemendikbud-Ristek serta non-kementerian sangat strategis guna memacu kemajuan pendidikan kita di Tanah Air," tandas Fasli, yang juga mantan Wakil Mendikbud ini.
Fasli yang juga pernah menjabat Dirjen PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengakui pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang PAUD tidak gampang mengingat awalnya lebih bertumpu pada pendidikan jenjang SD.
Pada masanya, sekitar 1990-an di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, ia menggelar pembahasan roadmap atau cetak biru tentang SDM PAUD. "Kami mengundang pakar memetakan keberadaan PAUD juga guru-guru di PAUD yang beragam latar belakang diperkaya, sehingga menjadi guru yang lebih baik di PAUD," ujar Fasli yang kini menjabat Rektor Universitas Yarsi.
Baca juga: Siswa SMAK Binaan Ditjen Bimas Katolik Tunjukkan Kualitas di Pesparani Nasional IIII
Berikutnya, lanjut dia, menyiapkan para guru PAUD jenjang S1, S2, hingga S3. Dalam perkembannya prodi PAUD jenjang S1 sudah ada di 170 perguruan tinggi di Indonesia, jenjang S2 sudah puluhan, dan jenjang S3 baru satu yang resmi di UNJ.
Bagi Ketua Umum Ikad PAUDI Dr Sukiman yang terpilih kembali secara aklamasi di Mubes II untuk periode kepengurusan 2023-2024 mengutarakan kepercayaan untuk kembali memimpin sebagai amanah juga tantangan yang cukup berat.
"Bagi saya ini amanah yang mulia yang cukup berat berdasarkan pengalaman empat tahun terakhir. Tentu kami akan koreksi dan evaluasi apa yang kurang pada periode lalu dan apa saja yang harus diperbaiki guna memberikan kontribusi ke depannya," ungkap Sukiman yang pernah menjabat Direktur di Direktorat Dikdasmen Kemendikbud.
"Kami tadinya di birokrasi yang bekerja dengan instruksi bisa langsung jalan. Nah ini di organisasi yang non-profit, apalagi memimpin doktor-doktor PAUD ternyata tidak mudah. Maka kami harus bersama-sama mengakomodasi kepentingan mereka, istilahnya mengorkestrasi 107 anggota doktor PAUD dari seluruh Indonesia," tambah Sukiman yang kini menjadi dosen di PTS Jakarta.
Dalam kesempatan sama, mantan aktris kondang Yessy Gusman yang juga terpilih menjadi tim formatur pengurus baru Ikad PAUDI berharap kepengurusan baru mampu menyelesaikan perkerjaan yang belum selesai pada masa sebelumnya.
"Ikad PAUDI periode 2023-2024 kami harap dapat merencanakan serta membuat program PAUD sesuai visi dan misi organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," kata Yessy yang menyelesaikan S3 dan meraih Doktor PAUD di UNJ.
Mubes II Ikad PAUDI secara aklamasi berdasarkan musyawarah mufakat memilih ketua umum baru, Sukiman, untuk melanjutkan kepengurusan baru periode 2023-2024. Ketua Umum terpilih membentuk formatur yang terdiri atas Dr Yessy Gusman, Dr Rahmat, Dr Rohimi Zam Zam, dan Dr Nita. (RO/I-1)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Upaya membangun sumber daya manusia (SDM) nasional yang berdaya saing tak akan pernah tuntas selama akses pendidikan anak usia dini (PAUD) masih timpang.
Kolaborasi ini bertujuan memutus sekat informasi dan menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas melalui konten edukasi yang ringan dan menghibur.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Kegiatan yang diikuti oleh 500 anak perwakilan dari 250 lembaga sekolah se-Kota Kediri tersebut diisi dengan bernyanyi dan melakukan sejumlah permainan motorik.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
ISTRI Wapres Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda mengungkapkan bahwa pemerintah menyiapkan Rp5,1 triliun untuk Bantuan Operasional Penyelenggaraan PAUD 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved