Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dengan mengusung konsep baru yang kekinian.
"Puncaknya setelah kami konsepkan dan diskusikan panjang lebar, akhirnya kami tetapkan akan dilaksanakan di Monas," kata Menpora Dito dikutip dari keterangan resmi Kemenpora, Rabu (18/10).
Diterangkan oleh Menpora Dito, peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut akan membawakan konsep kekinian dengan banyak hal baru yang mungkin belum pernah dilakukan dalam penyelenggaraan sebelumnya.
Baca juga : Kemenpora Gandeng Ucup Pestapora di Peringatan Hari Sumpah Pemuda
"Tetapi tidak jauh dari substansi semangat awal Sumpah Pemuda ini tercipta di Indonesia," tegas Menpora Dito.
Dalam hal ini Kemenpora bakal menggandeng founder Pesta Pora dan konseptor Synchronize Fest untuk mengerjakan konsep seremoni peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kedua ajang tersebut menurut Menpora berhasil terselenggara dengan sukses.
Baca juga : Arti dan Makna Logo Sumpah Pemuda 95 2023 dan Link Download
"Jadi saya berharap nantinya peringatan Sumpah Pemuda benar-benar relevan dengan anak muda saat ini, namun substansi dan sejarah dari Sumpah Pemuda itu bisa kita gelorakan lagi agar para generasi muda sekarang ini mengetahui hal-hal fundamental seperti itu," papar Menpora.
Lebih lanjut disampaikan, pada peringatan Hari Sumpah Pemuda di Monas nantinya Kemenpora akan mengundang seluruh elemen, dari organisasi kepemudaan, komunitas, dan juga para individu. Konsep acaranya adalah semi festival menyesuaikan dengan lokasi Monas yang terbuka.
"Kami ingin yang hadir banyak. Kami tidak menargetkan jumlah, yang pasti saya ingin Hari Sumpah Pemuda kali ini benar-benar bisa merefleksikan anak muda zaman sekarang, tetapi kembali lagi, mengingat sejarah Hari Sumpah Pemuda. Kami akan mengemas dengan konsepnya unik, tradisional, modern, serta fusion. Jadi Insyaallah ini akan menjadi seru, menjadi acara yang monumental," ungkap Menpora Dito. (Ant/Z-4)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Kehadiran aparat di lapangan bertujuan utama untuk memberikan pelayanan bagi massa aksi.
Penyediaan fasilitas lift chair di Monumen Nasional t diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, lanjut usia, serta pengunjung yang membutuhkan bantuan akses saat menaiki tangga.
Sebanyak 8.263 wisatawan mengunjungi kawasan Monumen Nasional (Monas) pada hari pertama tahun 2026 hingga siang hari
PASUKAN Oranye DLH DKI Jakarta membersihkan ruang publik usai perayaan Malam Tahun Baru 2026. Hasilnya, seluruh titik utama perayaan sudah kembali bersih sebelum pukul 05.00 WIB.
Pemprov DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Monas pada malam Tahun Baru 2026, Rabu (31/12). Sejumlah ruas jalan dialihkan dan ditutup mulai pukul 18.00–01.00 WIB.
Demo buruh itu menolak upah minimum provinsi atau UMP Jakarta 2026 sebesar Rp 5,7 juta. Masyarakat diimbau menghindari kawasan monas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved