Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan Indonesia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi baik yang masih tumbuh liar di hutan maupun yang sudah didomestikasi untuk kepentingan manusia.
Periset Hortikultura dan Perkebunan BRIN Agus Sutanto mengatakan pisang lokal menjadi salah satu kekayaan biodiversitas Indonesia yang tersebar dari Pulau Sumatra hingga Papua.
"Pisang lokal banyak tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah mungkin bisa lebih dari 300 jenis," kata Agus, Kamis (5/10) seperti dilansir dari Antara.
Agus menuturkan beberapa pisang lokal menjadi ciri khas dari suatu daerah, seperti pisang goroho di Sulawesi Utara. Pisang itu sudah menyebar dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keripik bahkan makanan pengganti nasi saat pagi hari.
Kemudian, ada juga pisang agung dari Lumajang, pisang biu kayu dari Bali dan menyebar hingga ke Nusa Tenggara Barat (NTB), serta pisang tonga langit dari Maluku yang juga tumbuh hingga ke Papua.
BRIN memanfaatkan sumber daya genetik pisang lokal untuk menghasilkan tanaman yang lebih unggul toleran terhadap cengkaman biotik dan abiotik, salah satunya pisang kepok tanjung untuk pengendalian penyakit darah.
"Kita punya sumber daya genetik yang cukup besar baik pisang liar maupun lokal. Oleh karena itu, kita perlu melakukan kegiatan
eksplorasi," kata Agus.
Kepala Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan BRIN Dwinita Wikan Utami mengatakan komoditas hortikultura yang ada di Indonesia sebenarnya memainkan peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan, gizi, kesehatan, dan ekonomi.
Hal itu sudah terbukti selama pandemi covid-19 sektor hortikultura menjadi penopang ekonomi yang sudah berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produk domestik bruto sektor pertanian antara kuartal pertama dan kedua tahun 2020, berada pada angka 16,24 persen. Kenaikan itu didukung oleh pertumbuhan subsektor pangan sebesar 34,77 persen, hortikultura 21,75 persen, dan perkebunan 23,46 persen. Sementara itu, sektoral lain justru mengalami pertumbuhan negatif akibat pandemi.
"Pertumbuhan ekonomi domestik bruto mengalami peningkatan dibandingkan sektor lain. Hal itu menunjukkan sektor hortikultura memiliki peranan penting dalam menopang ekonomi nasional," kata Dwinita.
Lebih lanjut dia menyampaikan Indonesia punya banyak keragaman buah lokal yang sebenarnya masih belum terungkap. Melalui pengungkapan potensi dan studi keragaman genetik menjadi harapan untuk mengetahui potensi dan pemanfaatannya.
Kegiatan pengungkapan potensi sejalan dengan tujuan konservasi agar relevan dengan kegiatan pemuliaan tanaman.
"Produksi benih tidak bisa terlepas yang merupakan faktor kunci juga dalam pengembangan kultivar baru," pungkas Dwinita. (Z-6)
Buah umumnya memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan vitamin, mineral, serat, dan air yang penting bagi kesehatan tubuh.
Buah memiliki rasa manis, asam, atau segar, serta kaya akan air, vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lain yang penting bagi kesehatan tubuh.
Penyakit hati merupakan masalah yang terus berkembang, dan kondisi ini dapat disembuhkan dengan pendekatan yang tepat.
Memperingati World Health Day 2025 Harris Puri Mansion mengadakan kegiatan sosial dengan membagikan buah-buahan segar kepada ibu hamil di Posyandu Dahlia 1.
PROGRAM Agroforestri di Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur (Jatim) pada lahan seluas 1.000 ha diimplementasikan sebagai strategi optimalisasi lahan tidur dan pencegahan kerusakan lingkungan.
Buah-buahan kaya vitamin C, misalnya stroberi dan jeruk ternyata dapat mencegah dan mengatasi kurang darah atau anemia.
PRESIDEN Prabowo Subianto menambah dana riset pada 2026 hingga Rp12 triliun. Hal itu disampaikan saat pertemuan dengan 1.200 guru besar, dekan, dan rektor, presiden minta kerja sama dengan BRIN
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala BRIN Arif Satria menyatakan kesiapan riset dan inovasi Giant Sea Wall untuk mengatasi banjir rob dan penurunan tanah di Pantura Jawa.
Kerja sama dengan BRIN disebut akan menghadirkan teknologi pemeliharaan beras hasil karya dalam negeri.
Proyeksi hingga 2040 menunjukkan Sumatera menjadi wilayah paling rawan terhadap cuaca ekstrem.
Keberadaan Arsinum sangat membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih dan air minum setelah bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved