Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA ayat Al-Qur'an tentang hukum kafir kepada orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah, tepatnya dalam Surat Al-Maidah ayat 44. Sebagian kelompok menyimpang menetapkan hal itu secara tekstual sehingga berbahaya bagi pengamalannya. Para ahli tafsir memiliki penjelasan yang berbeda dan lebih cerdas.
Karena itu, tidak dapat semua orang untuk langsung kembali kepada Al-Qur'an dan Sunah tanpa penjelasan orang-orang yang berilmu, dalam hal ini ulama tafsir. Lantas bagaimana tafsir ayat itu? Berikut penjelasan Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri.
Baca juga: Tafsir Al-Baqarah Ayat 23 Umat yang Satu hingga Nabi Idris
Dan barang siapa tidak berhukum dengan yang telah Allah turunkan, mereka tergolong orang-orang kafir.
Para ulama tafsir menafsirkan ayat itu dengan tiga macam.
1. Orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah, mereka jatuh pada dosa besar.
Penafsiran ini dari sahabat Nabi yaitu Abdullah ibn Abbas (dalam salah satu riwayat).
إنه ليس بالكفر الذي يذهبون إليه، وإنه ليس كفراً ينقل عن الملة: (( ومن لم يحكم بما أنزل الله فأولئك هم الكافرون )) كفر دون كفر
Baca juga: Nabi Muhammad Ibarat Cahaya, ini Dalil-Dalil Ulama Tafsir
Sesungguhnya makna kufur dalam ayat ini bukan kekufuran yang mereka (khawarij) pahami. Ia bukan kufur yang mengeluarkan seseorang dari agama. Makna ayat tersebut ialah kufur di bawah kekufuran (dosa besar). HR al Hakim dalam al Mustadrok.
Makna lafaz kufur dengan makna dosa besar juga ada dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Berikut salah satunya.
سباب المسلم فسوق وقتاله كفر
Mencaci seorang muslim itu kefasikan dan membunuhnya itu kekufuran (yakni dosa besar).
2. Orang-orang Yahudi yang tidak berhukum dengan hukum Allah, mereka itulah orang-orang kafir.
Penafsiran ini datang dari sahabat Nabi yang lain yaitu al-Barra' ibn Aazib. Penafsiran ini sesuai dengan konteks dari ayat ini terkait dengan orang-orang Yahudi yang suka mengubah hukum Allah. Jadi, lafaz من dalam ayat di atas meskipun umum tetapi berarti khusus, yaitu orang-orang Yahudi.
3. Orang-orang yang tidak berhukum dengan hukum Allah, karena ingkar terhadap hukum Allah atau menganggap bahwa selain hukum Allah lebih baik dari pada hukum Allah, baru termasuk orang-orang kafir.
Itu disampaikan Ibnu Abbas dalam riwayat yang lain.
من جحد ما أنزل الله؛ فقد كفر، ومن أقر به ولم يحكم؛ فهو ظالم فاسق
Barang siapa yang ingkar terhadap hukum yang telah Allah turunkan, dia telah kufur. Dan barang siapa menetapkan hukum Allah tetapi dia tidak berhukum dengannya, dia zalim fasik. (At-Thabari dalam al Jaami' al Bayan).
Demikianlah tafsir Surat Al-Maidah ayat 44 menurut para sahabat Nabi. Karenanya, salah kaprah berdasarkan ayat ini ada kelompok yang mengafirkan semua manusia disebabkan ada negara-negara muslim yang tidak menerapkan hukum Allah. Semoga dapat dipahami. (Z-2)
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengungkap hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2025 yang menunjukkan tantangan serius pada kompetensi literasi Al-Qur’an guru PAI SD.
DIREKTUR Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Amin Suyitno menyampaikan bahwa literasi Al-Qur’an akan menjadi syarat rekrutmen guru PAI.
DIREKTORAT Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI mengukuhkan posisi pendidikan agama sebagai pilar strategis dalam pembangunan karakter nasional sepanjang tahun 2025.
SISWA-SISWA kelas XII pasti mempelajari materi Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti. Ada 10 bab dalam PAI kelas 12.
MATERI Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti Kelas XI sekolah menengah atas (SMA) terdiri dari 10 bab. Pelajaran PAI kelas 10 mulai dari berpikir kritis sampai Ulul Azmi.
MATERI Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) & Budi Pekerti diajarkan kepada para siswa kelas X sekolah menengah atas (SMA)/MA. Ada 10 bab yang akan dipelajari siswa kelas 10.
WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Syafi’i menegaskan bahwa penyempurnaan tafsir Al-Qur’an Kementerian Agama merupakan kebutuhan mendesak umat.
Menag juga menekankan pentingnya kolaborasi antara rasio dan rasa dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an.
Salah satu penyakit usia tua yaitu pikun atau lupa ingatan. Bagaimana Islam memandang tentang pikun? Berikut uraiannya.
Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang penuh dengan petunjuk hidup yang tidak hanya relevan pada masa turunnya, tetapi juga untuk seluruh umat manusia
Tafsir Al-Qur'an merupakan penjelasan dan interpretasi dari ayat-ayat Al-Qur'an yang bertujuan untuk memahami makna, konteks, dan hukum yang terkandung di dalamnya.
Tafsir Al-Qur'an merupakan penjelasan dan interpretasi dari ayat-ayat Al-Qur'an yang bertujuan untuk memahami makna, konteks, dan hukum yang terkandung di dalamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved