Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM semangat peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw., sejumlah lembaga dan organisasi termasuk Yayasan Melati Pertiwi (YMP), Majelis Nasional Forum Alumni Korps HMI Wati (MN Forhati), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dompet Dhuafa, bersatu untuk mendukung pondok pesantren dalam upaya tanggap bencana.
Acara ini berlangsung pada Sabtu (23/9) di Pondok Pesantren (Ponpes) Cendekia Mandiri, Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai kegiatan mulai dari bakti sosial, penghijauan, simulasi siaga bencana, dongeng, hingga bantuan perlengkapan sekolah bagi santri.
Baca juga: Keturunan Syekh Sewulan, Muhadjir Mengaku Akrab dengan Tradisi NU
Acara ini tidak hanya mencerminkan semangat untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw., tetapi juga menyambut bulan kelahiran beliau.
Lebih dari 140 orang berpartisipasi dalam kegiatan ini, termasuk santri, pengelola, asatidz, karang taruna, dan karyawan di Ponpes Cendekia Mandiri.
Para Santri Diharap Milliki Wawasan Tanggap Kebencanaan
Acara ini juga mengundang perwakilan guru dari sekolah-sekolah di sekitar ponpes, serta perwakilan dari Majelis Taklim dan warga sekitar.
Andi Maraida, Ketua Umum Yayasan Melati Pertiwi, mengungkapkan,"Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah membantu santri untuk memiliki wawasan kebencanaan, mengembangkan sikap profesional dalam bidang tanggap bencana, memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, serta menangani dampak buruk yang mungkin timbul."
Baca juga: Kolaborasi dengan Ratusan Pesantren, Behaestex Luncurkan Program Gebyar Sarung Atlas Merah Putih
"Selain itu, kami ingin mewujudkan kepedulian berbagi kepada para santri, yang mayoritas merupakan anak yatim piatu dan yatim dan dhuafa," jelas Andi.
Baca juga: Menag : Program Kemandirian Pesantren Pertahankan Ideologi dan Independensi Pesantren
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh termasuk Hj. Cut Emma Mutia Ratna Dewi, Koordinator Majelis Nasional Forhati, Ahmad Daelami, Pengasuh Ponpes Cendekia Mandiri, Basuki Rahmat dari BPBD DKI, Koordinator Majelis Nasional Forhati Hj. Cut Emma Mutia Ratna Dewi, SH., MH, dan Andi Tenri Ajeng, SE, Ketua Panitia Pelaksana.
Sinergi antara lembaga-lembaga ini bertujuan untuk memperkuat pesantren sebagai pusat pembelajaran dan penanggulangan bencana yang tangguh, serta meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.
Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan pesantren-pesantren di seluruh Indonesia dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana. (RO/S-4)
Demikianlah suara nyaring terdengar ke seantero pelosok kampung, sebuah pengumuman yang disampaikan melalui mikrofon di Meunasah (Musalla) Gampong (Desa) Neulop, Kemukiman Reubee.
Warga mengarak kembang endog (telur hias) menggunakan dokar wisata pada tradisi endog-endogan di Banyuwangi, Jawa Timur.
K.H. Sumarja dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Nabi Muhammad adalah sosok mulia yang berbeda dengan manusia biasa yakni "Muhammadun Basyarun La Kal Basyari".
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Agung Al-Baitul Qadim Airmata, Kamis (4/9) malam.
Wakil Ketua Kadin Brebes Ridhohul Khukam menjelaskan, penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial dunia usaha terhadap masyarakat.
Menurut Kapolri, merawat kemerdekaan yang sudah diraih adalah tugas bersama.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BMKG menyepakati bahwa kemampuan lingkungan dalam merespons air hujan yang jatuh menjadi faktor penting terjadi atau tidak terjadinya banjir.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Korban merupakan warga Penjaringan, Jakarta Utara, yang sedang mengemudikan kendaraan bernomor polisi B 2148 BOK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved