Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah diprediksi memasuki puncak musim kemarau pada September 2023.
"Puncak musim kemarau sudah terjadi di Juli dan Agustus. Sebaian lagi mengalami puncak di September ini," kata Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Supari saat dihubungi, Selasa (19/9).
Wilayah itu ialah sebagian kecil Sumatra Barat, sebagian Jambi, sebagian kecil Sumatra Selatan, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Timur, sebagian kecil Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian kecil Kalimantan Timur.
Baca juga: Produksi Gabah Turun ke 300 Ton, Harga Beras Mahal
Selain itu, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT, sebagian kecil Sulawesi Utara, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian kecil Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian Selatan.
"Pada Agustus 2023 sebanyak 79% wilayah Indonesia telah memasuki kemarau. Pada September 2023 sebanyak 75% masing mengalami kemarau. Jumlah berkurang karena sebanyak 9% wilayah mulai memasuki musim hujan," ucap Supari.
Baca juga: Karhutla Semakin Mengancam di September
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari mengungkapkan musim kemarau berpotensi memunculkan bencana alam di berbagai daerah. "Misalnya saja, kekeringan atau kesulitan air bersih sudah hampir mendominasi lebih dari 3/4 kabupaten kota di Jawa akibat kemarau, meskipun tingkat kesulitan air bersih berbeda-beda di tiap kabupaten/kota," kata Abdul.
Dalam sepekan ke depan, ia menyebut sejumlah daerah masih berpotensi dilanda kekeringan, seperti wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. "Meskipun nanti kita harapkan dengan adanya gelombang ekuator Rosby yang akan mungkin berpengaruh pada peningkatan intensitas hujan di Sumatra bagian tengah ke selatan, tetapi tetap kita harus mewaspadai cuaca kering yang memicu atau mengatalisasi proses penyebaran api," ucap dia.
Beberapa wilayah yang perlu mewaspadai potensi karhutla dan kekeringan di antaranya Jawa, Sumatra, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Selatan. "Ini yang harus kita tanggulangi, meskipun enggak bisa dicegah 100%, tetapi setidaknya kalau terjadi api bisa kita kendalikan dan padamkan segera sehingga durasi terbakar pendek dan cakupan daerah terbakar sedikit," ucap Abdul.
Adapun, BNPB akan menyiagakan sebanyak 35 helikopter yang terdiri dari helikopter patroli dan waterbombing. "Lalu kita siagakan unit pesawat untuk TMC di Kalimantan atau Sumatra. Jika ada kondisi awan yang memungkinkan TMC, itu akan kita lakukan," pungkas dia. (Z-2)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved