Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN hektare areal persawahan berada di berbagai daerah menyebabkan banyak lahan pertanian gagal panen di wilayah Kota Tasikmalaya, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Banjar, dan Pangandaran, Jawa Barat. Kekeringan tersebut berdampak kepada kebutuhan beras medium dan premium di pasaran masih belum normal membuat masyarakat kebingungan.
Salah seorang pembeli beras, Yuri Gagarin, 38, warga Kampung Padayungan, mengatakan harga beras di pasaran mengalami kenaikan sangat tinggi dan banyak masyarakat mengeluhkan dengan harga yang dijual para pedagang. Namun, kenaikan yang terjadi sekarang belum ada langkah dari pemerintah daerah untuk melakukan operasi pasar murah.
"Untuk beras medium awalnya di pasaran dijual Rp10 ribu naik menjadi Rp13.500 per kg dan beras premium awalnya dijual Rp12.500 per kg naik ke Rp14 ribu hingga Rp17 ribu per kg. Akan tetapi, untuk beras di setiap minimarket sangat tinggi dan rata-rata dijual Rp95 ribu hingga Rp98 ribu per 5 kg," katanya, Selasa (19/9/2023).
Baca juga: Kekeringan Diprediksi hingga Akhir Oktober
Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Anisah Kardiati, mengatakan kekeringan membuat banyak lahan pertanian berdampak dan menyebabkan produksi gabah kering giling (GKG) dan gabah kering pungut (GKP) menurun secara drastis hingga mencapai 300 ton. Namun, menurunnya hasil gabah sangat berdampak pada harga beras di pasaran.
"Musim kemarau berdampak pada menurunnya hasil produksi gabah kering giling pada Agustus tercatat 6.731 ton dengan luas lahan panen 1.076 hektare. Akan tetapi, kekeringan ini berdampak di luas lahan 500 hektare dan 15 hektare gagal panen atau (puso) yang menyebabkan gabah kering giling (GKG) turun mencapai 300 ton," katanya.
Baca juga: Waduh, Kasat Lantas Polres Sikka Coba Perkosa Pedagang di Kebun
Penurunan produksi gabah di tingkat petani berada di berbagai daerah menyebabkan harga gabah kering giling (GKG) melambung tinggi dengan harga jual Rp7.500 per kg dan gabah kering pungut (GKP) Rp6.000 per kg. Kenaikan harga gabah sangat berdampak pada kebutuhan beras dan selama ini di pasaran untuk beras medium dijualnya seharga Rp13.500 hingga Rp14.800 per kg dan beras premium Rp15 ribu-Rp18 ribu per kg.
"Kebutuhan beras di masyarakat setiap bulan mencapai 5.990 ton dan memang di wilayah Kota Tasikmalaya sendiri masih terpenuhi 70% dan 30% berasal dari luar daerah seperti Ciamis, Banjar, Tasikmalaya, Subang, dan Cianjur. Namun, di tingkat petani sekarang produksi gabah menurun sudah mencapai 300 ton dari luas lahan pertanian mencapai 5.600 hektare," paparnya. (Z-2)
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi menyebut kondisi kekeringan air di Padang saat ini tergolong cukup ekstrem, terutama di Kecamatan Pauh dan Kuranji.
USAI banjir bandang menerjang Padang, Sumatra Barat, pada akhir November 2025 lalu, dua irigasi rusak total.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved