Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA karbon memiliki potensi yang besar untuk membantu pengurangan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Justianto.
“Alam ini kan dianggap sebagai solusi pengurangan emisi gas rumah kaca, karena ternyata untuk mengurangi emisi dari transportasi dan industri gak mudah. Tapi sebenarnya itu kan gak fair, karena kita harus sama-sama. Karenanya industri juga harus terlibat,” kata Agus.
Menurut dia, bursa karbon menjadi jalan tengah, agar industri bisa tetap berjalan sambil tetap mengedepankan prinsip lingkungan. Pasalnya, jika industri dipangkas habis, maka kegiatan perekonomian akan jatuh.
Sementara itu, Indonesia memiliki target penurunan emisi gas rumah kaca yang tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) sebesar 31,89% dengan upaya sendiri dan sebesar 43,20% dengan dukungan internasional.
Baca juga : CIMB Niaga Dorong Penerapan Bisnis Berkelanjutan
Hal itu merupakan komitmen Indonesia dalam perjanjian Paris yang mengamanatkan setiap negara diminta untuk meningkatkan target NDC sebagai upaya agar selaras dengan skenario mencegah kenaikan suhu global tidak lebih dari 1,5 derajat celcius.
Target tersebut juga telah tercantum dalam Peraturan Presiden 98/2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon yang menjadi aturan turunan dari Perpres 98/2022.
Baca juga : BEI Resmi Daftarkan Diri Jadi Penyelenggara Bursa Karbon
Menurut Agus, untuk perdagangan bursa karbon di tahap awal, yang sudah siap ialah sektor kehutanan dan ketenagalistrikan. Sementara, untuk sektor lainnya masih perlu disiapkan aturannya. Ia berharap, bulan ini perdagangan bursa karbon akan segera dilaunching.
“KLHK sebagai vocal point perubahan iklim. Kita harus mendorong sektor-sektor ini untuk mempunyai target pengurangan emisi gas rumah kaca. Baru ada dua sektor yang berjalan, kita harap sektor lain menyusul,” pungkas Agus.
Sebagai informasi, pada 6 September 2023 lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun telah menerbitkan surat edaran tentang Tata Cara Penyelenggaraan Perdagangan Karbon Melalui Bursa Karbon. (Z-5)
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
Upaya efisiensi operasional di sektor pelayaran mulai menghasilkan dampak nyata bagi kinerja lingkungan.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Peneliti Universitas Rochester berhasil menyulap tungsten karbida menjadi katalis yang lebih hebat dari platinum untuk mendaur ulang plastik dan mengolah CO2.
TruCarbon membuka akses program percobaan TruCount secara gratis khusus bagi perusahaan tercatat Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Januari–30 Juni 2026.
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved