Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan dampak El Nino di Indonesia baru akan terasa pada 2024 mendatang. Pasalnya, saat ini El Nino yang ada di Indonesia masih dalam taraf low to moderate. Sementara, tahun depan ada ancaman El Nino dengan level moderate to high.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, yang perlu disiapkan dari tahun ini ialah kesiagaan menghadapi karhutla.
Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, kejadian karhutla akan meningkat pesat saat El Nino. Misalnya saja pada 2019 di mana ada El Nino moderat, ada sebanyak 346 kejadian karhutla, lalu pada 2018 ada sebanyak 190 kejadian karhutla.
Baca juga : BNPB: Peningkatan Kejadian Karhutla Akibat Ulah Manusia
“Makanya exercise kesiapsiagaan tahun ini sangat penting. Kalau kita selama ini melakukan dan memberikan atensi lebih ke daerah gambut seperti Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, sekarang Riau dan Jambi terkendali karena ada hujan. Yang kita pelajari di sini, Provinsi Jawa juga perlu membentuk satgas pengendalian karhutla,” kata Abdul dalam Disaster Briefing, Senin (11/9).
Ia mengungkapkan, penanganan karhutla di pulau Jawa memang terkadang luput dari prioritas. Padahal, berdasarkan histori kejadian karhutla di pulau Jawa juga tinggi. Itu disebabkan karena banyak kawasan padang rumput di Pulau Jawa.
Baca juga : Gubernur Kalsel Instruksikan Pemadaman Karhutla Lebih Optimal
Pada 2018 sampai 2023, BNPB mencatat ada sebanyak 373 kejadian karhutla di Jawa Timur seluas 76.604 hektare. Lalu 228 kejadian karhutla di Jawa Tengah seluas 13.670 hektare dan 140 kejadian karhutla di Jawa Barat seluas 19.412 hektare.
“Secara historis harus ada atensi lebih dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kawasan mereka banyak kawasan padang rumput dan lingkungan tanaman yang cukup rawan terhadap karhutla,” beber dia. (Z-5)
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved