Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari satu juta orang di bawah usia 50 tahun meninggal karena kanker setiap tahunnya. Angkanya dapat meningkat 21% pada 2030.
"Terdapat peningkatan hampir 80% diagnosis kanker di antara individu berusia di bawah usia 50 tahun dalam tiga dekade terakhir," sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Oncology pada Rabu (6/9).
Peningkatan penyakit kanker mengkhawatirkan dan mendorong perlunya penyelidikan lebih lanjut dan tindakan pencegahan. Laporan ini mencakup data dari 204 negara, 29 jenis kanker, dan menyelidiki kasus-kasus baru, kematian, implikasi kesehatan, dan faktor-faktor risiko yang berkontribusi pada mereka yang berusia 14 hingga 49 tahun, serta mengukur perubahan antara 1990 dan 2019.
Baca juga : Kanker Melonjak pada Kalangan Usia di Bawah 50 Tahun
Antara 1990 dan 2019, kejadian kanker dini di seluruh dunia meningkat dari 1,82 juta kasus menjadi 3,26 juta kasus. Angka kematian orang dewasa berusia 40-an, 30-an, atau lebih muda meningkat sebesar 27 persen, mengakibatkan lebih dari satu juta pasien berusia di bawah 50 tahun meninggal karena kanker setiap tahunnya.
Baca juga : Ini Cara Memeriksa Gejala Kanker Kepala dan Leher Secara Mandiri
“Apa yang kita ketahui sejauh ini adalah bahwa angka-angka tersebut disebabkan oleh peningkatan populasi (dunia), pemeriksaan kesehatan, dan teknologi, tetapi juga karena faktor gaya hidup, merokok, alkohol, obesitas, kurang olahraga, dan kurangnya buah-buahan dan sayuran segar,” kata Sayed Ali, ahli onkologi di Rumah Sakit St John of God Subiaco di Perth.
Ali menjelaskan bahwa mengatasi faktor gaya hidup sangat penting untuk mengatasi peningkatan kasus kanker di seluruh dunia, khususnya di kalangan generasi muda. Faktor risiko utama gaya hidup
Mengungkap penyebab pasti di balik lonjakan ini masih merupakan tantangan kompleks bagi para ahli.
Faktor-faktor seperti kebiasaan makan yang buruk, konsumsi tembakau dan alkohol, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas diperkirakan berkontribusi terhadap tren yang meresahkan ini.
Data menunjukkan bahwa pola makan tinggi daging merah dan garam, rendah buah-buahan dan produk susu, serta penggunaan tembakau dan alkohol, merupakan faktor risiko utama kanker yang paling umum terjadi pada mereka yang berusia di bawah 50 tahun.
Kurangnya aktifkan fisik, kelebihan berat badan, dan gula darah tinggi juga berkontribusi terhadap penyakit ini. “Sejak tahun 1990, kejadian dan kematian akibat kanker dini telah meningkat secara signifikan secara global,” kata laporan tersebut.
Mendorong gaya hidup sehat, termasuk pola makan sehat, pembatasan konsumsi tembakau dan alkohol, serta aktivitas luar ruangan yang tepat dapat mengurangi beban kanker dini. (Aljazeera/Z-8)
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips sahur, hidrasi, istirahat, dan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat dan kuat saat menjalani hari pertama puasa Ramadan.
Paparan kaporit dan air laut dapat membuat rambut kering, rapuh, hingga berubah warna. Simak tips ahli untuk melindungi kesehatan rambut dan kulit kepala Anda.
Mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan penunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat menjadi keputusan penting
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved