Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 66 guru dari sejumlah sekolah di Bandung, Jawa Barat mengikuti Training Guru Abad 21 (TGA) yang digelar PeaceGeneration PeaceGen) lewat program JISRA, yang merupakan rangkaian dari program Guru Masagi Abad 21.
Sebelumnya, semua guru dari 10 sekolah mitra telah mendapatkan pembekalan mengenai tiga dosa besar pendidikan melalui training general orientation.
Sebanyak 86 guru mata pelajaran PAI, PAK, BK, dan PPKn dari 10 sekolah mitra, termasuk SMAN 4 Bandung, SMK Gema Nusantara 5, SMAN 14 Bandung, SMK Pusdikhubad Cimahi, SMAN 4 Cimahi, SMA PGRI Cicalengka, SMA Pelita Fajar, SMKN 1 Cimahi, SMAN 1 Bandung, dan SMAN 3 Bandung, berpartisipasi dalam pelatihan tersebut.
Baca juga : Dukung Pariwisata, EF Kids & Teens Beri Pelatihan Bagi Para Guru Bahasa Inggris
Tujuan diselenggarakannya pelatihan itu untuk membekali guru dengan keterampilan yang harus dikuasai oleh Guru Abad 21 serta keterampilan dalam mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi melalui kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran yang relevan di kelas.
Dalam pelatihan ini, para guru diberikan pemahaman yang mendalam tentang prinsip interaksi antara guru dan siswa yang mempromosikan kesetaraan gender dan perlindungan hak anak di lingkungan sekolah.
Baca juga : Kemenag Perkuat Kompetensi Guru Madrasah dengan Buka Tiga Pelatihan Online MOOC Pintar
Salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan adalah metode ARKA, sebuah pendekatan pembelajaran interaktif yang mendukung upaya pencegahan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
“Melalui metode ARKA kami diajarkan bagaimana mengajar secara terstruktur, ada urutannya. Jadi, diharapkan di dalam kelas pun para peserta didik tidak merasa bosan dengan permainan, ice breaking, dan sebagainya. Metode ini bisa kami terapkan untuk kemajuan sekolah dan siswa,”, ujar Agatha Trimansih, Guru Agama Katolik SMA Pelita Fajar.
Selama pelatihan, para guru melakukan simulasi microteaching untuk mempraktikkan metode pembelajaran yang telah dipelajari. Guru yang memiliki peran strategis sebagai aktor utama dalam upaya pencegahan tiga dosa besar pendidikan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi siswa.
"Penting bagi para guru untuk memiliki pemahaman dan keterampilan yang kuat dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini. Melalui Training Guru Abad 21, kami memberi pemahaman dan keterampilan ini kepada guru-guru agar mereka menjadi agen perubahan yang kuat, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi siswa, serta meningkatkan kesadaran akan menghormati hak-hak orang lain dan menghargai keberagaman”, ujar Suka Pandia, Learning Coordinator PeaceGeneration.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada akhir pelatihan, menunjukkan, para guru merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan ini. Para guru mengaku mendapatkan pengalaman baru dan keterampilan yang berharga dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini.
“Pelatihan ini sangat berkesan sekali, beberapa manfaat yang berharga tentunya didapatkan oleh saya pribadi serta rekan-rekan yang lainnya,” ujar Jajang Eris Hermana, Guru PAI dan Budi Pekerti SMAN 4 Bandung.
Program Guru Masagi Abad 21 merupakan inisiatif PeaceGen melalui program JISRA untuk membantu sekolah dalam pencegahan perundungan, kekerasan seksual, intoleransi, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Program itu menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengatasi tiga dosa besar yang masih ada di dunia pendidikan.
PeaceGen bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jabar Masagi, dan Mensen met een missie (MM) untuk mengembangkan program ini.
Program Guru Masagi Abad 21 juga melibatkan pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran yang terintegrasi dengan mata pelajaran PAI, PAK, BK, dan PPKn, serta penguatan P5 Profil Pelajar Pancasila di sekolah. (Z-5)
Tahun ini, GoTeach mencatatkan cakupan wilayah terluas dengan melibatkan 40 relawan yang menyumbangkan lebih dari 2.000 jam untuk mengajar.
Program ini didukung Beasiswa Pendidikan Indonesia Kemdiktisainstek yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Melalui sistem kemitraan tanpa modal dan tanpa jaminan, para ibu mendapatkan pelatihan rutin di Cimory Center, yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved