Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung atau kardiovascular (CVD) menyerang warga Malaysia pada usia yang lebih muda. Sebuah panel ahli medis mengungkapkan bahwa orang Malaysia terkena penyakit jantung delapan tahun lebih muda dari rata-rata global.
Makalah yang dirilis pada Juni itu mencatat usia rata-rata orang Malaysia yang menderita serangan jantung adalah 58 tahun, dibandingkan dengan 63 tahun di Thailand dan 68 tahun di Singapura.
Salah satu penyebab utamanya adalah kolesterol tinggi yang tidak terdiagnosis. Meskipun kolesterol tinggi merupakan faktor risiko paling umum kedua untuk penyakit jantung, kolesterol tinggi memiliki tingkat diagnosis terendah yaitu 35 persen di antara faktor-faktor risiko lainnya.
Baca juga : Hati-Hati, Kini Kolesterol Tinggi Mulai Banyak Dialami Generasi Muda
Menurut penelitian itu, sekitar seperempat, atau 24,6 persen, orang Malaysia tidak menyadari bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi.
"Usia relatif pasien penyakit kardiovaskular (CVD) di Malaysia lebih rendah dibandingkan dengan negara lain," kata makalah berjudul Heart Matters: Meningkatnya Beban Penyakit Kardiovaskular di Malaysia dan Titik-titik Potensial untuk Intervensi.
Baca juga : Studi: Wanita dengan Siklus Menstruasi Tak Teratur Berisiko Tinggi Alami Serangan Jantung
"Pada tahun 2019, usia rata-rata pasien ini adalah 56 hingga 59 tahun, yang kira-kira 10 tahun lebih muda daripada mereka yang berada di negara maju, dan pada tahun 2019, hampir satu dari empat pasien CVD berusia di bawah 50 tahun,” tulisnya.
Konsultan kardiolog dan penulis makalah posisi, Dr Alan Fong mengatakan kolesterol tinggi sering diabaikan.
"Kolesterol tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala yang nyata. Itulah sebabnya orang sering menganggapnya tidak terlalu berbahaya,” ujarnya.
Sebuah survei terpisah yang dilakukan pada bulan Desember 2022 atas nama Asosiasi Medis Malaysia dan perusahaan farmasi Novartis menemukan bahwa 75 persen orang Malaysia percaya bahwa kolesterol tinggi disertai dengan gejala, yang mana hal ini tidak benar.
Tes darah adalah satu-satunya cara untuk mendeteksinya.
Kolesterol tinggi, terutama kolesterol LDL, meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular aterosklerosis, jenis penyakit jantung yang paling umum.
Aterosklerosis adalah suatu kondisi di mana kolesterol LDL dan zat-zat lain menumpuk di dalam dinding pembuluh darah, membentuk plak aterosklerosis. Seiring waktu, hal ini dapat berkembang, terutama ketika kadar kolesterol tinggi, dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang parah, sehingga dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Rekan penulis makalah dan konsultan spesialis kedokteran keluarga Sri Wahyu Taher mengatakan kepada The Straits Times bahwa skrining untuk masyarakat di acara-acara penjangkauan di tempat-tempat seperti mal melibatkan tes tusuk jari sederhana untuk mengetahui kadar kolesterol total.
Namun, ini tidak mengungkapkan kadar kolesterol LDL, yang pelacakannya membutuhkan pengambilan darah dari lengan di tempat pelayanan kesehatan.
Meskipun ia memperingatkan bahwa data yang dikumpulkan mungkin tidak mewakili seluruh populasi negara, ia mencatat bahwa Malaysia memiliki prevalensi obesitas tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara, dan dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan orang Malaysia terkena serangan jantung di usia yang lebih muda. (straitstimes/Z-8)
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Ten meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Analisis global menunjukkan orang dewasa yang rutin minum anggur memiliki risiko penyakit jantung koroner 24% lebih rendah, namun moderasi tetap kunci.
Kenali berbagai jenis penyakit jantung seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, aritmia, dan lainnya. Pelajari penyebab dan gejalanya di sini.
Penyakit Jantung Koroner bisa menyerang siapa saja, meski risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Konsumsi margarin dengan kandungan lemak jenuh tinggi terbukti dapat mempercepat perkembangan aterosklerosis, penyakit kronis yang menjadi penyebab utama penyakit jantung korone.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Pola makan berperan besar dalam kesehatan jantung. Kenali 5 jenis makanan tinggi garam, gula, dan lemak yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan sebaiknya dihindari.
Studi terbaru mengungkap tingkat obesitas di AS melonjak drastis hingga 70% setelah standar pengukuran baru yang menggabungkan BMI dengan lingkar pinggang diterapkan.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved