Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENCEGAHAN stunting menjadi tanggung jawab seluruh pihak, khususnya orang tua. Para ibu didorong untuk memastikan terpenuhinya kualitas gizi anak.
Sosialisasi pencegahan stunting digencarkan. Salah satunya dengan pengenalan gizi kepada ibu-ibu.
"Agar pengetahuan para ibu juga bertambah tentang gizi dan asupan terbaik bagi anak- anaknya," kata anggota DPRD DKI Yuke Yurike melalui keterangan tertulis, Kamis, (22/6).
Hal tersebut disampaikan Yuke dalam sosialisasi pencegahan stunting di Bintaro, Jakarta Selatan. Pihaknya menghadirkan chef Ravi Raffaello.
Baca juga : Kader Posyandu Garda Terdepan Pemberantasan Stunting
"Sosialisasi stunting sudah beberapa kali kita adakan, tapi kali ini spesial mendatangkan langsung chef profesional," kata dia.
Baca juga : Pemerintah Targetkan Penurunan Stunting 14% pada 2024
Politikus PDIP itu mengatakan sosialisasi bakal lebih konkret dengan bantuan ahlinya. Sehingga, ibu-ibu dapat memahami apa saja gizi yang diperlukan untuk mencegah stunting pada anak.
Politikus muda Regina Vianney Ayudya menyebut sosialisasi itu sangat penting untuk membantu penanganan stunting. Hal tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah.
"Sebagai kader harus peka melihat kondisi di sekeliling kita. Salah satunya yang menjadi fokus adalah pencegahan stunting," kata Regina.
Sejumlah olahan makanan yang dibeberkan dalam workshop tersebut diambil dari buku yang terinspirasi Mustika Rasa. Buku tersebut berisi resep kuliner yang diprakrasai Bung Karno.
"Olahan makanan yang bergizi itu sebetulnya tidak perlu harus mahal, asal dimengerti resepnya," kata Regina.
Persoalan stunting terus menjadi perhatian seluruh pihak. Penanganan gizi buruk mesti diutamakan untuk menciptakan generasi yang berdaya saing. (MGN/Z-8)
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) memperingati Hari Gizi Nasional dengan menggelar edukasi gizi serentak di ribuan sekolah di seluruh Indonesia.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Kepala BGN Dadan Hindayana melaporkan program MBG menjangkau 55,1 juta siswa dengan klaim sukses 99,99%. Namun, Komisi IX DPR menyoroti temuan serius terkait menu berpengawet dan susu impor.
Studi health economics menunjukkan pemberian PKMK pada anak berisiko gagal tumbuh mampu mencegah stunting sejak dini dan menghemat biaya kesehatan hingga empat kali lipat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved