Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Anindito Aditomo menyampaikan pihaknya dalam waktu dekat akan membuat larangan acara wisuda atau perpisahan di sekolah tingkat sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah atas (SMA/SMK).
Pernyataan itu merupakan respons dari berbagai keluhan yang disampaikan pihak orangtua yang terbebani dengan biaya wisuda dan segala macam pernak-perniknya yang harus dipenuhi untuk kegiatan tersebut.
Nino, sapaan akrab Anindito sepakat bahwa acara wisuda tersebut tidak ada manfaatnya dan tidak berdampak langsung ke kualitas pendidikan. Karena itu ia meminta kepada pihak sekolah untuk menghentikan kegiatan seremoni semacam itu.
Baca juga: SMP Negeri 23 Kota Depok Gelar Wisuda ke-6 dan Pelepasan Kelas IX
“Saya sepakat sekali. Sementara ini lisan dulu ya kami mengimbaunya. Nanti kami usahakan yang lebih formal. Tetapi secara lisan, kami mengimbau acara-acara yang sifatnya seremonial itu tidak diprioritaskan. Yang prioritas itu memastikan bahwa sekolah menjadi lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, relevan untuk semua murid. Sehingga murid bukan hanya ada di sekolah, tetapi mereka punya kesempatan belajar yang menumbuh kembangkan karakter kompetensi dasar mereka yang diperlukan untuk kehidupan selanjutnya,” ujar Nino kepada Media Indonesia, Jumat (16/6).
Secara regulasi maupun kebijakan, Nino menyampaikan bahwa Kemendikbud-Ristek tidak pernah menginstruksikan sekolah untuk mengadakan acara pelepasan atau perpisahan anak didik yang telah lulus.
Baca juga: Uji Kesetaraan Merupakan Upaya dari Implementasi Pendidikan Inklusif
“Tidak ada kebijakan regulasi kita yang mewajibkan itu, bahkan meminta pun tidak. Itu yang perlu ditegaskan dan disosialisasikan. Tidak ada kewajiban atau imbauan untuk menyelenggarakan wisuda itu. Karena itu, jika ingin ada acara seperti itu, semestinya sifatnya partisipatif dan mendapatkan persetujuan dari semua wali murid. Itu prinsipnya,” tegasnya.
Nino juga bersepakat acara wisuda di tingkat SD-SMA memang sebaiknya ditiadakan. Momentum kelulusan peserta didik, kata dia, semestinya dirayakan dengan cara yang bermakna.
“Bukan gebyar dan mahalnya. Tetapi coba momen kelulusan itu dimaknai kebersamaannya serta memaknai pencapaian anak yang sudah berhasil. Itu yang utama,” tandasnya. (Dis/Z-7)
Pelajari konsep stoikiometri SMA secara mendalam. Mulai dari konsep mol, hukum dasar kimia, hingga cara mengerjakan contoh soal pereaksi pembatas.
Pelajari materi hukum dasar kimia SMA kelas 10 lengkap: Hukum Lavoisier, Proust, Dalton, hingga cara mudah menyetarakan persamaan reaksi kimia di sini!
Pelajari materi usaha dan energi fisika SMA secara mendalam. Lengkap dengan rumus, konsep energi kinetik & potensial, serta latihan soal praktis.
Panduan lengkap Gerak Melingkar Fisika SMA: Rumus GMB & GMBB, frekuensi, periode, percepatan sentripetal, hingga hubungan roda-roda disertai contoh soal.
Pelajari bagaimana Kimia Hijau menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan 2026 melalui 12 prinsip inovatif untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih.
Pelajari konsep dasar Kimia SMA tentang materi, perbedaan unsur dan senyawa, zat murni, serta perubahan materi dan manfaatnya dalam kehidupan.
Wisuda merupakan momentum penting dalam perjalanan akademik lulusan. Wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian nyata kepada masyarakat, bangsa, dan agama.
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Wisudawan ini juga dibekali dengan pendalaman berupa integritas, kepedulian, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia profesional.
Kepada para wisudawan, Rektor berpesan kehidupan akan menguji sesuatu yang lebih dalam: kemampuan untuk tetap jernih ketika dunia menjadi gaduh.
Kekuatan baja tidak muncul saat ia disimpan rapi, melainkan saat ia terus-menerus ditempa dengan panas dan tekanan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved