Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia telah melonggarkan aturan mengenai protokol kesehatan covid-19 dengan memperbolehkan masyarakat melakukan kegiatan di ruang publik tanpa menggunakan masker.
Meski demikian, Guru Besar Universitas Yarsi Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan, sebaiknya ada upaya penyuluhan kesehatan ke publik agar masyarakat sadar 3 hal tentang masker.
"Pertama, kalau masuk ruangan yang berisiko tertular penyakit menular lewat udara maka baiknya pakai masker. Kedua, kalau sedang sakit di saluran pernapasan jenis apapun maka baiknya pakai masker untuk tidak menulari orang lain, dan terakhir kalau daerah kita sedang polusi udara berat maka baik juga pakai masker, " kata Tjandra, Minggu (11/6).
Baca juga : Pemprov DKI Cabut Aturan Wajib Masker di Angkutan Umum
Ia menegaskan, dengan WHO mencabut darurat kesehatan global covid-19 pada 5 Mei yang lalu maka bukan berarti sudah hilang. Tetap akan ada covid-19, seperti halnya tetap juga ada penyakit menular lain seperti TB, ISPA, demam berdarah, diare dan ISPA.
Baca juga : Penumpang KRL Commuterline Masih Wajib Bermasker
"Untuk covid maka memang mungkin saja akan ada varian baru dari waktu ke waktu, dengan 3 kemungkinan skenario," kata dia.
Pertama base scenario yang paling mungkin terjadi, dimana varian baru kurang lebih seperti sekarang ini. Kedua best scenario dimana varian baru lebih ringan dari sekarang dan ketiga worst scenario dimana varian baru nya jadi lebih berat dari keadaan sekarang.
"Jadi tentu kita perlu waspada terhadap varian baru, dan juga kita tetap harus waspada terhadap berbagai penyakit menular lainnya, bukan hanya covid," imbuhnya.
Tentang kekebalan, tentu masyarakat dunia (bukan hanya Indonesia) sekarang sudah punya semacam kekebalan dan ini jadi salah satu sebab kenapa di dunia angka covid-19 bisa dikendalikan, selain tentu upaya semua negara yang berhasil dalam pengendalian covid-19 di negaranya masing-masing.
Tetapi, tegas dia, kita juga tidak boleh terpaku dengan angka kekebalan yang disampaikan sudah tinggi itu. Harus diingat bahwa vaksinasi yang kita semua terima saat ini adalah vaksin yang dibuat berdasar varian-varian yang lalu.
"Kalau nanti ada varian baru, bahkan sekarang yang omicron, apalagi kalau ada worst scenario, maka bukan tidak mungkin perlu penyesuaian vaksin di masa datang, " pungkasnya. (Z-8)
Ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dipenuhi pendukung terdakwa Laras Faizati yang mengenakan masker dengan bagian mulut dilakban dengan simbol "X"
Pelajari 7 cara sederhana untuk melindungi anak-anak dari paparan polusi udara. Mulai dari penggunaan masker N95 hingga memilih transportasi ramah lingkungan.
Masker ini adalah masker soothing dengan kelembapan tinggi yang berubah dari bubuk menjadi tekstur sherbet saat bercampur dengan air.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Masker membantu melindungi diri dari polusi dan kuman penyebab penyakit.
BPBD Jawa Timur membagikan masker ke seluruh pengendara maupun warga di wilayah Jember dan sekitarnya, menyusul erupsi Gunung Raung yang menyemburkan abu vulkanik
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved