Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen di bidang pendidikan, menerima Anugerah Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Penghargaan tersebut diberikan atas dukungan Tanoto Foundation terhadap program Kemendikbudristek dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Menteri Pendidikan, Kebudyaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkapkan anugerah Merdeka Belajar diberikan kepada para pemangku kepentingan yang sudah berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi.
“Selama tiga tahun terakhir Kemendikbudristek terus menghimpun seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat dalam gerakan Merdeka Belajar. Menjadi pembawa perubahan yang mendorong transformasi dan kemajuan pendidikan Indonesia," ujar Nadiem dalam keterangannya, Rabu (7/6).
Baca juga: Reza Rahadian Jadi Pengajar dalam Program Praktisi Mengajar di UNJ
Menurutnya, setiap penerima penghargaan juga telah mengalami seleksi yang ketat.
“Semua penerima penghargaan dan penerima anugerah telah melalui proses akurasi dengan indikator yang jelas dan ketat,” ucapnya.
Baca juga: Persoalan Anak Putus Sekolah Harus Diatasi Bersama
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti juga mengungkapkan kekagumannya terhadap para penerima penghargaan khususnya kategori mitra dan sosok inspiratif.
"Mereka telah menunjukkan kreativitas, inovasi, dan ketangguhan dalam mengejar cita-citanya. Mereka juga telah berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dan dunia," ungkap Suharti.
Allis Brawijaya yang mewakili Tanoto Foundation menerima penghargaan mengatakan Tanoto Foundation berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Hal ini sesuai dengan keyakinan kami bahwa pendidikan berkualitas mempercepat kesetaraan peluang, dan kolaborasi adalah kunci untuk mencapainya,” sebut Allis.
Program Tanoto Foundation meliputi pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, hingga pendidikan tinggi. “Melalui program-program kami, Tanoto Foundation fokus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia, khususnya melalui pendidikan,” tutup Alis.
Adapun, Tanoto Foundation adalah organisasi filantropi independen di bidang pendidikan yang didirikan oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto pada 1981.
Tiga pilar komitmen Tanoto Foundation adalah memperbaiki lingkungan belajar, mengembangkan pemimpin masa depan, dan memfasilitasi riset medis. (Z-11)
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
BEBERAPA pekan setelah pembagian rapor, suasana sekolah biasanya dipenuhi senyum lega.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Di tengah pasar kerja yang makin dinamis dan persaingan talenta yang kian ketat, soft skills kini menjadi faktor pembeda utama lulusan perguruan tinggi.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Tidak banyak kepala desa yang mau melanjutkan program setelah masa pendampingan berakhir. Namun kondisi itu tidak berlaku bagi Saeful Muslimin, Kepala Desa Tuwel, Tegal, Jateng.
Di SDN 015 Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pembelajaran numerasi tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis.
Di sebuah rumah sederhana di Kota Jambi, 7 Mei 1980, Zulva Fadhil tumbuh sebagai anak perempuan yang gemar membaca.
Program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved