Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin menyatakan, berdasarkan pemantauan KPBB, kendaraan bermotor memiliki andil besar dalam pencemaran udara di Ibu Kota.
"Sumbangan pencemaran dengan parameter PM2.5 dari kendaraan bermotor 57%. Jadi sumber dari kendaraan motor sangat dominan," kata Ahmad saat dihubungi, Selasa (6/6).
Ia menyatakan, berdasarkan data pemantauan kualitas udara Jakarta oleh Pemda DKI Jakarta dan juga KLHK menunjukkan kualitas udara DKI Jakarta dalam kategori tidak sehat dengan parameter dominan PM10, PM2.5, SO2, O3 dan NOx.
Baca juga: Polusi Udara di Jakarta Masih Berbahaya bagi Kesehatan
Rata-rata tahunan PM2.5 misalnya, sejak 2011 pada kisaran 40 µg/m3 dan bahkan 2019 mencapai 46,1 µg/m3 (baku mutu udara ambien rata² tahunan PM2.5 adl 15 µg/m3).
"Jadi tak perlu larut pada ranking pencemaran udara yang dibuat para pedagang, kita sudah tahu dari hasil pantauan pemerintah," ucap dia.
Baca juga: KLHK Gandeng Pemerintah Daerah Jabodetabek untuk Atasi Polusi Udara
Ia menegaskan dibanding berpaku pada hasil pemantauan kualitas udara, aksi nyata untuk mengendalikan polusi di perkotaan menjadi kunci.
Adapun, pihaknya sendiri telah melakukan berbagai aksi nyata, mulai dari melakukan riset, menyusun analisis kebijakan, menyampaikan policy paper terkait aksi pengendalian pencemaran udara, melakukan upaya hukum, melakukan kampanye/pendidikan publik untuk berpartisipasi pengendalian pencemaran udara dengan jalan kaki, bersepeda, angkutan umum massal, selalu merawat engine kendaraan dan menggunakan BBM berkualitas baik.
"Intinya kita harus beraksi untuk mengendalikan pencemaran udara, bukan hanya sibuk menambah alat pantau sebagaimana yang ditawarkan oleh para pedagang. Alat yang ada sudah sangat memadai dan memberikan informasi jika kualitas udara Jakarta dlm kategori tidak sehat lebih dalam 1 dekade ini," pungkas dia. (Ata/Z-7)
MEMASUKI periode musim kemarau 2026, ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla serta penurunan kualitas udara kembali meningkat di berbagai wilayah Indonesia. BMKG inagatkan polusi
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Dalam jangka panjang, paparan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis hingga mematikan.
Aktivitas membakar sampah merupakan salah satu pemicu utama memburuknya polusi di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui bahwa tantangan polusi di Ibu Kota semakin kompleks, sehingga regulasi lama seperti Perda Nomor 2 Tahun 2005 sudah tidak lagi memadai.
Penelitian terbaru mengungkap polusi udara telah ada sejak Kekaisaran Romawi Kuno.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Ali Lubis mengatakan, tingginya tingkat polusi udara di Jakarta membuat kesehatan masyarakat terganggu. Sekaligus menurunkan kualitas hidup warga.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved