Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM studi hubungan internasional (HI) Universitas Nasional (Unas) berkolaborasi dengan Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) memberikan pencerahan kembali soal ilmu hubungan internasional kepada mahasiswa.
Hal itu dikemas dalam seminar The 7th Global Knowledge from AIHII Epistemic jilid kedua yang digelar di Kampus Unas, Jakarta, Rabu (31/5).
Baca juga: Presidensi G-20 dan Diplomasi Indonesia
Ketua AIHII Dr Asep Kamaluddin Nashir menyampaikan kegiatan dengan tema Genealogi studi hubungan internasional Indonesia itu memberikan pemahaman dan keilmuan terkait asal usul ilmu hubungan internasional.
"Kami memiliki tanggung jawab secara akademik untuk memberikan dan menyebarluaskan informasi melalui seminar. Ini acara kedua Unas sebagai tuan rumah karena memiliki histori cukup baik mengenai hubungan internasional," paparnya.
Ia melanjutkan sebagai organisasi, AIHII akan memperkuat keilmuannya dan mengembangkan atau bersinergi dengan kampus-kampus yang manfaatnya tidak hanya untuk para dosen, tetapi juga untuk mahasiswa.
"Pertama semakin tercerahkan mengenai ilmu hubungan internasional dan akan bisa jadi satu rumpun sendiri. Selain itu, dengan peningkatan teknologi kita harus selalu adaptif dan positive thinking serta memiliki otoritas dalam bidang keilmuan," katanya.
Baca juga: Bagaimana Sikap ASEAN terhadap Krisis Myanmar?
Ketua Program Studi Hubungan Internasional Unas Dr Irma Indrayani MSi mengatakan seminar ini bertujuan lebih menyosialisasikan dan mendiskusikan lagi ilmu hubungan internasional mulai dari sejarahnya dan perkembangannya di Indonesia.
"Jadi kalau selama ini kita kenal ahli hubungan internasional adalah orang dari luar tapi sebenarnya kita juga punya ahli dari Indonesia."
"Untuk itu, penting bagi kita mempelajari hubungan internasional karena dengan begitu kita mampu melihat pengaruh politik internasional dalam kebijakan domestik," pungkasnya.
Kegiatan seminar program studi HI bersama AIHII ini mengundang pakar hubungan internasional Prof Arry Bainus dan Prof Aleksius Jemadu untuk menceritakan asal usul ilmu hubungan internasional dan perkembangannya saat ini.
Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unas Dr Aos Yuli Firdaus SIP MSi meminta mahasiswa untuk terus mendalami dan mempraktikkan ilmu hubungan internasional di masyarakat.
"Dalam kegiatan ini banyak hal yang didapatkan mengenai sejarah hubungan internasional dalam pengaruh pengambilan keputusan dalam negeri misalnya. Ini menjadi momen untuk mahasiswa lebih paham mengenai pentingnya ilmu hubungan internasional," tutupnya. (RO/S-2)
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Perguruan tinggi sebagai pengampu pendidikan tinggi disebut harus bisa melakukan berbagai terobosan dan penguataan kelembagaan agar berdampak nyata bagi masyarakat.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
Hal tersebut bisa dilakukan melalui program Edutrip untuk mempelajari sistem pendidikan, budaya akademik, dan strategi pengembangan program pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.
WARGA binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy, Bandung, menerima bantuan akses pendidikan tinggi berupa beasiswa perguruan tinggi.
Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul lahir dari sistem pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
RSUI terus berkomitmen menghadirkan layanan kanker yang komprehensif serta mengembangkan pelayanan kanker untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Seminar internasional ini membahas bagaimana negara perlu memperkuat kapasitas tata kelola publik di tengah lanskap global yang semakin kompleks.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen Pemprov Kalteng untuk melindungi eksistensi dan martabat Masyarakat Adat Dayak sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan.
AI harus dilihat sebagai peluang besar untuk menciptakan solusi kreatif dalam berbagai bidang, terutama pendidikan.
Kompetensi digital harus dibarengi dengan pembentukan karakter dan nilai profesional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved